Sat. May 25th, 2019

Hyundai dan Grab Berencana Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Hyundai Motor Company berencana bangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Sumber gambar: Grab

Hyundai dan Grab akan melakukan investasi besar di bidang mobil listrik. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dalam kegiatan “Afternoon Tea” bersama wartawan di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Luhut mengaku telah menerima kunjungan dari kedua pimpinan perusahaan itu yang menyampaikan minat mereka untuk menanamkan modal.

“Jadi Grab kemarin datang, mereka mau investasi di Indonesia. Grab bawa miliaran dolar AS untuk mobil listrik di Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya Luhut pernah menyebutkan bahwa Hyundai telah menyampaikan minat untuk berinvestasi senilai 1 miliar dolar AS untuk pengembangan mobil listrik.

Meski belum bisa memastikan kapan investasi kedua perusahaan itu akan terlaksana, Luhut menyebutkan kedua perusahaan itu mengaku sangat bersemangat untuk bisa segera masuk ke Indonesia.

“Yang saya (anggap) lucu, Anthony Tan (CEO Grab) ini dia tidak peduli dengan Pilpres. Mereka ingin cepat-cepat,” katanya.

Namun Luhut mengaku dirinya belum bisa memastikan apakah kedua perusahaan akan bekerja sama dalam investasi mobil listrik itu. Indonesia, lanjut dia, sangat terbuka pada investasi yang akan masuk karena tidak bergantung dengan hanya satu negara soal investasi.

“Buat kita kalau mereka mau bersama-sama, silakan. Kita jangan bergantung dengan Cina saja. Sepanjang dia patuhi empat kriteria ya sudah (boleh masuk),” tegasnya.

Empat kriteria tersebut adalah ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, menggunakan tenaga kerja Indonesia dan menggunakan teknologi berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Staf Menko Maritim, Atmadji Sumarkidjo menjelaskan kedatangan Hyundai dan Grab baru pada tahap menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi Indonesia.

Keduanya mendatangi Luhut secara terpisah membicarakan mengenai minat untuk investasi mobil listrik. “Mereka ingin bikin mobil listrik, cuma bagaimana bentuknya belum (dibicarakan),” ujarnya.

Pembicaraan awal itu, sambung Atmadji, juga belum sampai tahap nilai investasi di sektor mobil listrik itu.

Lebih jauh, ia mengatkan bahwa minat kedua perusahaan belum diketahui, juga akan direalisasikan dalam bentuk kerja sama. “Ya terserah mereka karena kita belum sampai level membicarakan hal itu,” tutupnya.

Baca juga ini ya...