Luwe: Pengertian, Penggunaan, dan Ragam dalam Bahasa dan Budaya

mentor

Luwe

Luwe adalah kata yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti “lembut” atau “halus”. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan tekstur atau sifat sesuatu yang tidak keras atau kasar.

Contoh Kalimat

  • Tekstur kainnya sangat luwe sehingga nyaman dipakai.
  • Kulitnya terasa luwe dan halus setelah memakai lotion.
  • Gerakan tangannya yang luwe menunjukkan bahwa dia adalah seorang penari yang terampil.

Penggunaan Luwe

Kata “luwe” dalam bahasa Indonesia memiliki makna dan penggunaan yang spesifik. Mari kita bahas konteks penggunaan dan jenis kata “luwe” secara lebih mendalam.

Kata “luwe” merupakan kata benda yang merujuk pada sesuatu yang lembut, halus, atau tidak keras. Dalam konteks penggunaan sehari-hari, “luwe” sering dikaitkan dengan tekstur bahan atau permukaan suatu benda.

Konteks Penggunaan

  • Menjelaskan tekstur kain atau bahan yang lembut, seperti “kain sutra yang luwe”.
  • Menggambarkan permukaan yang halus dan tidak kasar, seperti “kulit bayi yang luwe”.
  • Mengacu pada gerakan atau tindakan yang lembut dan tidak keras, seperti “langkahnya yang luwe”.

Jenis Kata

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, “luwe” adalah kata benda. Namun, dalam konteks tertentu, kata ini juga dapat digunakan sebagai kata sifat, seperti dalam kalimat “sentuhan yang luwe”.

Sinonim dan Antonim Luwe

https://www.khoiri.com/2023/12/luwe-artinya-dan-contoh-kalimatnya.html

Untuk memperkaya pemahaman mengenai kata “luwe”, penting untuk mengetahui sinonim dan antonimnya. Sinonim adalah kata-kata yang memiliki arti yang sama atau mirip, sedangkan antonim adalah kata-kata yang memiliki arti yang berlawanan.

Baca Juga :  Tugas Rasul

Sinonim Luwe

  • Longgar
  • Lemas
  • Kendor
  • Loyo

Contoh Kalimat: * Bajuku terlalu longgar, sehingga membuatku tidak nyaman saat bergerak.

Tubuhnya terasa lemas setelah seharian beraktivitas.

Antonim Luwe

  • Kencang
  • Kuat
  • Kokoh
  • Kaku

Contoh Kalimat: * Tali sepatu itu sangat kencang, hingga sulit untuk mengikatnya.

Otot-ototnya kuat, sehingga dia mampu mengangkat beban berat.

Idiom dan Peribahasa yang Berkaitan dengan Luwe

https://www.khoiri.com/2023/12/luwe-artinya-dan-contoh-kalimatnya.html

Dalam bahasa Indonesia, kata “luwe” memiliki arti luas yang berkaitan dengan kelapangan, keluasan, dan kemudahan. Kata ini juga muncul dalam berbagai idiom dan peribahasa, yang mencerminkan makna dan penggunaan kata “luwe” dalam konteks yang lebih luas.

Idiom yang Berkaitan dengan Luwe

  • Luwes tangan: Terampil dan cekatan dalam melakukan sesuatu.
  • Luwes lidah: Mampu berbicara dengan lancar dan meyakinkan.
  • Luwes hati: Bersikap baik, ramah, dan mudah bergaul.

Peribahasa yang Berkaitan dengan Luwe

  • Jalan luwes, rezeki luwes: Jika seseorang memiliki sifat yang baik dan mudah bergaul, maka rezeki akan datang dengan mudah.
  • Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung: Di mana pun seseorang berada, ia harus menyesuaikan diri dengan adat dan kebiasaan setempat.
  • Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian: Untuk mencapai suatu tujuan, seseorang harus berusaha keras dan tidak mudah menyerah.

Asal-Usul dan Etimologi Luwe

Kata “luwe” berasal dari bahasa Jawa Kuno dan memiliki akar kata “luwuh”, yang berarti “rapuh” atau “lunak”. Seiring perkembangan bahasa, makna “luwe” mengalami perluasan, merujuk pada sesuatu yang tidak kuat, lemah, atau mudah rusak.

Akar Kata

  • Jawa Kuno: “luwuh” (rapuh, lunak)

Perkembangan Makna

Dari makna aslinya yang merujuk pada sifat fisik, “luwe” kemudian digunakan dalam konteks yang lebih luas, antara lain:

  • Karakter atau sifat yang lemah atau tidak tegas
  • Kondisi atau situasi yang tidak stabil atau mudah berubah
  • Benda yang mudah rusak atau tidak tahan lama
Baca Juga : 

Penggunaan Luwe dalam Budaya dan Tradisi

Kata “luwe” memiliki makna dan peran penting dalam berbagai budaya dan tradisi. Dalam konteks tertentu, kata ini digunakan untuk merujuk pada konsep atau praktik tertentu yang bermakna bagi masyarakat yang terkait.

Upacara Adat

Dalam upacara adat masyarakat Jawa, kata “luwe” digunakan untuk merujuk pada bagian dari ritual pernikahan yang melibatkan doa dan pemberian restu kepada pasangan pengantin. Upacara luwe biasanya dipimpin oleh sesepuh atau tokoh adat yang dihormati dan bertujuan untuk memohon berkah dan perlindungan bagi kehidupan rumah tangga pasangan yang baru menikah.

Luwe dalam Karya Sastra

Kata “luwe” memiliki peran penting dalam karya sastra, berkontribusi pada tema dan makna keseluruhan. Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya dalam karya sastra:

Dalam novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari, kata “luwe” digunakan untuk menggambarkan keindahan dan daya tarik tokoh utama, Srintil. Luwe Srintil menjadi simbol harapan dan kebangkitan bagi warga Dukuh Paruk yang terbelakang.

Luwe dalam Sajak Chairil Anwar

Penyair Chairil Anwar juga menggunakan kata “luwe” dalam sajak-sajaknya. Dalam sajak “Aku”, “luwe” menjadi simbol kebebasan dan pemberontakan. Anwar menulis, “Aku ini binatang jalang/dari kumpulannya terbuang.” Kata “luwe” dalam konteks ini menunjukkan penolakan Anwar terhadap norma-norma sosial dan keinginan untuk menjadi dirinya sendiri.

Artikel Terkait

Bagikan:

mentor

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags