Hanya Perlu Melakukan Ini agar Merpati Kembali Mengangkasa




Rabu (14/11/2018) lalu, Majelis Hakim Pengadilan Niaga mengabulkan proposal perdamaian dalam sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Merpati Nusantara Airlines dengan kreditur di Pengadilan Negeri Surabaya. Namun demikian, masih ada beberapa tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi maskapai agar bisa kembali mengangkasa di langit nusantara.

Akhir-akhir ini ramai kabar bahwa maskapai BUMN yang AOC (Air Operator Certificate)-nya dibekukan sejak Februari 2014 akan memulai operasinya tahun depan (2019).

Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menerbitkan izin usaha dan izin operasional maskapai penerbangan di Indonesia belum menerima pengajuan dari Merpati (13/11/2018). Secara prosedural, untuk kembali beroperasi Merpati harus mengajukan izin usaha dan izin operasi dari awal lagi.

Sebenarnya yang paling penting adalah kewajiban Merpati kepada para karyawan dan pengutang yang nilainya lebih dari Rp15triliun itu sudah ditunaikan.

Baca Juga: Menanti Merpati Kembali

Menanggapi banyaknya pertanyaan yang ditujukan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait apakah maskapai penerbangan ini akan segera beroperasi kembali, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti menjelaskan bahwa saat ini Surat Izin Usaha Angkutan Niaga Berjadwal serta Sertifikat Operator Pesawat Udara milik Merpati Nusantara Airlines sudah tidak berlaku karena lebih dari 12 bulan berturut-turut tidak beroperasi.

Polana menjelaskan, untuk mendapatkan Izin Usaha dan Sertifikat Operator Pesawat Udara, Merpati harus mengajukan kembali dan memenuhi persyaratan yang diatur dalam UU nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan serta aturan-aturan turunannya.

Izin Usaha Angkutan Udara adalah izin yang diterbitkan Lembaga Online Single Submission(OSS) untuk dan atas nama Menteri Perhubungan, setelah sebuah perusahaan melakukan pendaftaran untuk memulai usaha angkutan udara niaga berjadwal.

Selain Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009, maskapai juga harus memenuhi aturan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 25 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, dan Perubahannya dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 90 Tahun 2018 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Sektor Perhubungan Di Bidang Udara.

Secara terperinci Polana mengatakan, “Pemohon Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal dapat berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ataupun Badan hukum Indonesia yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi, yang akan melakukan kegiatan utamanya mengoperasikan pesawat udara untuk digunakan mengangkut penumpang, kargo, dan atau pos dengan memungut pembayaran untuk penerbangan dengan jadwal yang teratur.”

Persyaratan permohonan Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai OSS dan Izin Usaha yang belum berlaku efektif. Selain itu harus dipenuhi juga persyaratan administrasi, persyaratan teknis berupa Rencana Usaha untuk kurun waktu minimal lima tahun dan melakukan pembayaran PNBP.

“Setelah dilakukan permohonan dan melengkapi persyaratan sesuai dengan ketentuan, Izin Usaha akan diproses dan waktunya adalah 30 Hari Kerja setelah berkas diterima lengkap dan benar,” jelas Polana.

Setelah memiliki izin usaha, untuk dapat mengoperasikan pesawat udara, harus memiliki sertifikat AOC, yang diberikan kepada badan hukum Indonesia yang mengoperasikan pesawat udara sipil untuk angkutan udara niaga.

AOC diberikan setelah lulus pemeriksaan dan pengujian serta pemohon mendemonstrasikan kemampuan pengoperasian pesawat udara. Untuk memperoleh AOC tahapannya adalah pra-aplikasi, aplikasi formal, pemenuhan dokumen; demo dan inspeksi; lalu kemudian AOC akan diberikan.

Polana mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik jika Merpati ingin kembali bergabung ke dalam industri penerbangan nasional bila telah mendapatkan Izin Usaha dan Sertifikat yang dipersyaratkan sesuai ketentuan.

“Untuk Merpati, saya rasa komunitas penerbangan nasional akan menyambut baik guna mendukung dan menyemarakkan industri penerbangan nasional dan berkontribusi dalam mewujudkan konektifitas serta mendorong tumbuhnya perekonomian di suatu wilayah,” tandasnya.




Ayo baca ini juga….