Giliran Eksplorasi Saint Petersburg




Mesjid Soekarno di St Petersburg, Rusia. Foto: Reni Rohmawati.
Mesjid Soekarno di St Petersburg, Rusia. Foto: Reni Rohmawati.

Assalamualaikum semua …

Tak afdol rasanya kalau ke Rusia hanya mengunjungi Moskow, tapi tidak ke Saint Petersburg. Maka kami pun berkereta ke Leningrad, begitu nama sebelumnya, pada 7 Oktober 2018. Russian Railways menyediakan kereta cepat dari stasiun Leningradskiy, stasiun kereta di Moskow yang khusus untuk perjalanan ke stasiun Moskovskiy, stasiun di St Petersburg yang juga khusus membawa penumpang rute sebaliknya.

Banyak frekuensi perjalan rute Moskow – St Petersburg dalam sehari; kami mendapat kereta yang berangkat pukul 15.45 waktu setempat –lebih lambat empat jam dari waktu Jakarta. Perjalanannya tak lama, hanya empat jam sepuluh menit. Pemandangan selama perjalanan khas negara-negara di Eropa pada menjelang musim gugur. Pepohonannya sebagian tinggal ranting-ranting, sebagian daunnya menguning dan ada yang sudah oranye, tapi masih banyak juga pepohonan masih berdaun hijau.

Eksplorasi kota tua yang eksotis pun dimulai. Seperti di Moskow, kami juga menggunakan kereta bawah tanah metro di St Petersburg. Stasiun metronya tak seindah di Moskow, tapi tetap saja mengundang decak kagum melihat beberapa seni mozaik dindingnya. Kami mencoba pula naik bus dan angkutan umum, tapi sayang tak sempat naik trem kuno.

Mesjid Soekarno yang pertama kali kami kunjungi. Ceritanya, waktu Presiden Soekarno berkunjung ke Leningrad, sewaktu menjadi ibukota Uni Soviet, ingin sholat. Karena tak ada mesjid, Bung Karno meminta pada Pemerintah Uni Soviet untuk menggunakan gudang tak terpakai yang ada di sana dan membersihkannya. Diizinkan, dan rupanya setelah itu gudang tersebut dijadikan mesjid dan direnovasi menjadi mesjid indah berkubah biru toska.

Berkeliling museum Hermitage, tentu. Wow… luasnya! Tiga jam di sana hanya melihat sebagian kecil saja objek yang glamor peninggalan Tsar Russia. Ada juga objek dari beberapa istana di negara-negara Eropa lain, termasuk mumi dari Mesir.

Sehari sebelumnya, kami mengekplorasi Istana Peterhof, yang dijuluki “Istana Versailles Rusia”. Taman-tamannya, yang diselingi istana-istana, itu sungguh menakjubkan. Istana musim panas ini dibangun oleh Peter The Great, Tsar Ketiga yang memindahkan ibukota Uni Sovyet ke St Petersburg. Letaknya di luar kota St Petersburg, dengan area yang menghadap ke Laut Baltik.

Malam sebelum menikmati Istana Peterhof, kami masuk ke area panggung pertunjukan di Hermitage. Menonton balet, tentunya. Pertunjukan legendaris “Swan Lake One Leg” memberi kenangan yang tak terlupakan.

St Petersburg sekarang memang menjadi kota wisata unggulan di Rusia. Terlihat wisatawan dari Cina dan India banyak mengunjungi objek-objek wisata di kota tua yang indah ini. Walaupun masyarakatnya belum seterbuka negara-negara lain yang sudah menawarkan pariwisata dunia, tapi sambutan anak-anak mudanya lebih ramah.




Ayo baca ini juga….