Garuda Fokus pada Ketepatan Waktu Penerbangan




Garuda berupaya untuk terus meningkatkan OTP, begitu juga pada masa libur Lebaran 2018 ini. Foto: Reni Rohmawati

Pencapaian Garuda Indonesia dalam ketepatan waktu penerbangan ketibaan (OTP, on time performance arrival) 88% versi AOG (Official Airline Guide) Flightview pada Mei 2018 menjadi pemacu untuk dipertahankan pada masa libur Lebaran Juni ini. Pada 8-10 Juni 2018, hari dimulainya masa sibuk Lebaran, OTP rata-rata Garuda pun mencapai 86%.

“Khusus pada tanggal 10 Juni, OTP Garuda bahkan menyentuh angka 90 persen,” kata Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama PT Garuda Indonesia di sela-sela tinjauan kesiapan operasional peak season Lebaran 2018 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (11/6/2018). Pada peninjauan itu, Pahala mengecek kesiapan operasional Garuda dan menyapa para penumpang.

Pencapaian Garuda itu untuk kedua kalinya sebagai salah satu dari jajaran 10 besar dengan OTP terbaik kategori maskapai global dengan jumlah penerbangan di atas 15.000. Jumlah penerbangan Garuda 18.422. Begitu juga dengan anak usahanya, Citilink Indonesia yang pada Mei 2018 mencatat OTP 90,9% dengan jumlah penerbangan 8.500.

Menurut Pahala, dalam memastikan kesiapan operasional, Garuda mengupayakan kelancaran seluruh aspek layanan penumpang, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight. “Upaya untuk meningkatkan layanan itu, antara lain, dengan mengoptimalkan fitur layanan check-in mandiri melalui self check-in, web check+in, dan phone check-in,” ucapnya.

Ditambahkannya, pada periode musim sibuk Lebaran ini persentase pengggunaan check-in mandiri jumlahnya naik 10% dibandingkan dengan periode reguler. Garuda memiliki 38 unit self check-in counter di Terminal 3 Soekarno-Hatta, yang pengelolaannya didukung oleh PT Angkasa Pura II.

Sementara itu, Garuda memroyeksikan jumlah angkutan penumpang pada periode libur Lebaran ini mencapai 1,2 juta orang. Puncaknya diperkirakan akan terjadi besok dan lusa (13-14/2018) dengan rata-rata 144.000 penumpang.

“Pergerakan penumpang yang signifikan sudah mulai terlihat pada 8-10 Juni 2018 dengan rata rata meningkat 30-40% dari penerbangan reguler,” ungkap Pahala.

Garuda juga menyiagakan posko layanan operasional 24 jam. Yang bertugas di posko adalah tim gabungan operasional, yakni kru operasional, pusat kontrol operasi, sistem ticketing, network & maintenance, crew assignment, teknisi pesawat, juga layanan ground handling.

Untuk antisipasi lonjakan penumpang, Garuda Indonesia Group menyiapkan sekitar 160.000 kursi penerbangan ekstra untuk rute domestik dan internasional. Kapasitas penerbangan tambahan ini dengan 768 frekuensi penerbangan tambahan, yakni 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda.