Fri. Apr 19th, 2019

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno Hatta dan Radin Inten II Beroperasi Normal

airasia indonesia

Kredit foto: Ivan Sembiring

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG ) telah menaikan status erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi siaga. Namun demikian, Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Radin Inten II masih beroperasi normal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti meminta jajarannya untuk secara intensif memantau operasional penerbangan yang mungkin terdampak erupsi Gunung tersebut, karena sekitar dua pekan ke depan aktifitas penerbangan sedang tinggi.

“Saya telah meminta Otoritas Bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan semua stakeholder penerbangan untuk terus melakukan koordinasi dan siap siaga jika terjadi hal-hal yang mengganggu aktivitas penerbangan,” tutur Polana, Kamis (27/12/2018).

Disebutkannya, AirNav Indonesia telah mengeluarkan NOTAM A5440/18 perihal Penutupan dan Reroute terdampak Krakatau untuk pengalihan rute penerbangan yang tidak bisa dilewati pesawat. Namun Polana mengatakan sampai saat ini belum mendapatkan notam khusus untuk penutupan bandara dari badan penyelenggara lalu lintas udara tersebut.

“Sejauh ini abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau belum memberikan dampak kepada penutupan bandara, untuk bandara terdekat seperti Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung, masih beroperasi normal,” jelas Polana.

Ia pun meminta jajarannya untuk memonitor selalu informasi yang disampaikan baik dari PVMBG, BMKG hingga Airnav agar mendistribusikan informasi terbaru soal erupsi gunung tersebut melalui NOTAM kepada maskapai dan bandara dapat diedarkan dengan segera.

Sementara itu, Kepala Bandara Radin Inten II Lampung, Asep Kosasih melaporkan bahwa sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau, fasilitas bandara, baik sisi darat ataupun udara belum terdampak dan tetap beroperasi normal.

Alhamdulillah, pascaerupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Radin Inten II beroperasi secara normal dan belum terdampak. Namun, kami akan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi secara intens dengan BMKG, Airnav dan Direktorat Navigasi Penerbangan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi BMKG pertanggal 26 Desember 2018 pukul 19.00 WIB, sebaran debu vulkanik mengarah ke Barat Daya-Barat dengan ketinggian mencapai lebih dari 10 km.

Baca juga ini ya...