Sun. May 19th, 2019

Tahun Depan Boeing Luncurkan Pesawat Tempur Otonom

Prototipe drone tempur (UCAV) besutan Boeing, Loyal Wingman. Sumber gambar: Shephard Media.

Boeing berencana memperkenalkan produk pesawat tanpa awak (drone) terbaru yang akan meluncur pada tahun 2020. Drone jenis tempur (unmanned combat aerial vehicle/UCAV) yang dinamakan Loyal Wingman ini dirancang untuk terbang mendampingi pesawat tempur berpilot (Airpower Teaming System).

UCAV berkemampuan siluman ini mampu mengemban misi Intelijen, pengawasan dan pengawasan (ISR) serta perang elektronik yang sulit dilakukan manusia. Kemampuannya akan mengurangi risiko terburuk dalam arena pertempuran.

Loyal Wingman mampu terbang lebih lama, lebih tahan terhadap gaya gravitasi saat melakukan akselerasi (g-force), dan mampu memproses informasi lebih banyak secara bersamaan.

Purwarupa pesawat nir awak ini diumumkan saat perhelatan Australia International Airshow, Selasa (26/2/2019) lalu. UCAV ini juga disebut akan memperkuat Angkatan Udara Australia (RAAF).

UCAV pendamping pesawat tempur ini memiliki panjang sekitar sebelas meter dan mampu terbang sejauh 2.301 mil (3703 kilometer).

Wakil Presiden serta Manajer General dari Sistem Swatantra Boeing, Kristin Robenson mengatakan bahwa drone bersenjata ini dapat menjadi ‘tambahan kekuatan’ untuk unit militer di seluruh dunia.

Pesawat ini dirancang untuk melakukan misi pengawasan dalam waktu lama, atau menjalankan misi berpasangan dengan pesawat berawak.

“Dengan kemampuannya mengonfigurasi ulang secara cepat, serta beroperasi dalam misi berpasangan dengan pesawat lain, produk Boeing terbaru kami akan menjadi penambah kekuatan untuk melindungi udara, dan menampilkan kekuatan armada,” ujar Robenson.

Lebih lanjut Robenson menyebut bahwa harga pesawat ini akan jauh lebih murah dari pesawat tempur berawak. Namun ia menolak menjelaskan lebih detil harga drone ini karena harganya tergantung dari spesifikasi yang diinginkan tiap pembeli.

Boeing juga tidak mengeluarkan pernyataan terkait kecepatan tertinggi yang dapat dicapai pesawat tersebut. Nantinya, pesawat ini akan menjadi produk yang dijual ke seluruh dunia, dan seluruh negara pembeli dapat menggunakan platform Boeing Airpower Teaming System.