Sun. Jun 16th, 2019

SIA Pangkas Limbah Makanan dan Penggunaan Plastik dalam Penerbangan

Armada pesawat 380 maskapai Singapore Airlines. Sumber gambar: Pixabay.

Singapore Airlines (SIA) terus meningkatkan kontribusinya untuk menjaga kelestarian lingkungan udara melalui berbagai inisiatif. Maskapai akan memangkas limbah makanan dan penggunaan barang-barang plastik dalam penerbangan.

“Kami sangat bangga dapat memulai era baru untuk upaya-upaya keberlanjutan yang lebih luas melalui peningkatan fokus terhadap praktik-praktik ramah lingkungan dalam pesawat. Hal ini secara signifikan akan mengurangi jejak karbon kami serta meningkatkan pengalaman perjalanan yang berkelanjutan bagi para pelanggan,” kata Senior Vice President Customer Experience SIA Yeoh Phee Teik, pekan lalu.

Dalam upaya mengurangi limbah makanan setelah penerbangan, SIA bekerja sama dengan penyedia katering.

Selain itu, SIA juga berencana untuk mengadakan pengumpulan data secara otomatis dan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan kemampuan memprediksi pola konsumsi pelanggan agar dapat mengurangi limbah makanan dalam pesawat.

Sedangkan upaya mengurang sampah plastik dalam penerbangan, maskapai akan menggunakan bahan-bahan alternatif.

SIA berencana untuk menjadi maskapai yang sepenuhnya bebas dari sedotan plastik pada September mendatang.

Sejak September 2018, SIA sudah menghilangkan seluruh penggunaan sedotan plastik dalam penerbangan, kecuali sedotan anak-anak. Rencananya maskapai akan mengganti sedotan plastik dengan sedotan berbahan kertas yang ramah lingkungan.

Langkah ini diproyeksikan akan mengurangi sekitar 820.000 sedotan plastik setiap tahunnya. Lebih lanjut, SIA juga memiliki rencana untuk mengganti stik pengaduk minuman dengan stik yang berbahan kayu pada September 2019.

Mulai bulan Mei 2019, SIA akan mengganti polybag mainan anak-anak dengan kemasan kertas daur ulang.

Beberapa produk berbahan kertas seperti kartu menu, tisu kertas, serta gulungan toilet dibuat dengan kertas bersertifikasi FSC yang ramah lingkungan dan sosial.

Beberapa inisiatif ramah lingkungan mendatang lainnya akan mencakup proses percetakan buku dan peralatan mewarnai anak-anak yang menggunakan tinta berbahan dasar kedelai dan ramah lingkungan.