Fri. Apr 19th, 2019

Serentak di 10 Bandara, Kemenhub Gelar Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan

Maskapai Wings Air, Lion Air dan Batik Air di Apron Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Sumber gambar: Ery.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menggelar kegiatan pengawasan serta kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan secara serentak di 10 bandar udara di wilayah Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X.

10 wilayah yang akan menggelar pengawasan dan kampanye simpatik ini adalah Tangerang, Medan, Surabaya, Denpasar, Makassar, Padang, Balikpapan, Manado, Manokwari, dan Merauke. Program ini ditujukan kepada calon penumpang pesawat udara di terminal penumpang bandara yang ada di wilayah otoritas bandara masing-masing.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan pengetahuan dan mengedukasi masyarakat sebagai calon penumpang pesawat udara tentang keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Masyarakat memiliki peran yang penting dalam menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesadaran masyarakat untuk menjaga kedua aspek ini masih rendah,” kata Hengki, Jum’at (8/2/2019).

Dia menjelaskan, sebagai contohnya adalah dengan masih adanya laporan masyarakat yang bermain layang-layang dan sinar laser, serta tidak mematikan telepon genggam pada saat penerbangan.

Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai 10 Februari 2019.

Dari upaya ini, diharapkan pemahaman masyarakat semakin baik dan dapat meminimalisir ancaman keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Harapannya, pemahaman masyarakat tentang hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada saat penerbangan semakin baik dan dapat meminimalisir ancaman keselamatan dan keamanan penerbangan. Secara tidak langsung, hal ini akan memudahkan stakeholder sebagai pelaku usaha di bidang penerbangan untuk dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dan meminimalisir faktor resiko,” tutup Hengki.