Sun. Feb 17th, 2019

Selesai Dikembangkan, Bandara Wiriadinata Siap Tumbuhkan Geliat Penerbangan di Selatan Jabar

Bandar Udara Wiriadinata. Sumber gambar: Humas Ditjen Perhubungan Udara.

Setelah selesai dikembangkan, Bandar Udara Wiriadinata yang terletak di Tasikmalaya ini siap menumbuhkan geliat penerbangan di wilayah selatan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Setelah dikembangkan sepanjang tahun 2018, kini bandara yang dikelola UPBU Bandara Cakrabuwana Cirebon ini terlihat lebih megah dan modern. Tak hanya sisi darat seperti bangunan terminal dan lanskapnya yang dikembangkan, sisi udara seperti runway, taxiway dan apron juga ditingkatkan kapasitasnya.

Dari sisi darat, dibuat gedung terminal baru berukuran 1.100 m2 yang bisa menampung pergerakan 150 penumpang per hari. Sedangkan dari sisi udara, dilakukan perpanjangan runway dari 1200m menjadi 1600m, pembuatan taxiway baru berukuran 75 m x 23 m serta apron baru seluas 100 m x 80 m.

“Selama tahun 2018, penumpang yang berangkat dari bandara ini sebanyak 22.496 penumpang menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi. Dengan demikian rata-rata tingkat keterisiannya mencapai 85 persen tiap hari. Untuk itu sudah saatnya bandara dikembangkan, mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, Sabtu (9/2/2019).

Kapasitas apron yang baru bisa menampung pergerakan tiga pesawat ATR 72, yang sebelumnya hanya mampu menampung satu pesawat.

Disebutkan Kepala Satpel Bandara Wiriadinata, Masrukhin, saat ini baru ada satu penerbangan dengan rute Bandara Wiriadinata – Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta PP yang dilayani Wings Air.

Dia berharap, dengan selesainya pengembangan bandara ini frekuensi penerbangannya bisa ditambah atau dibuka penerbangan ke rute lainnya.

“Kami juga masih akan melakukan pengembangan di tahun ini. Seperti misalnya untuk menambah dan memperbarui peralatan di terminal, memperbarui pagar bandara dan yang lainnya,” paparnya.

Walikotamadya Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, “Adanya bandara yang beroperasi dengan baik ini merupakan anugerah tidak hanya bagi masyarakat kota Tasikmalaya, tapi juga daerah sekitarnya seperti Kabupaten Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Garut, Pangandaran dan daerah lain di Jawa Barat bagian selatan.”

Menurutnya, jika menggunakan transportasi darat, masyarakat Tasikmalaya memerlukan 7-9 jam perjalanan menuju Jakarta. Namun dengan penerbangan hanya menghabiskan waktu sekitar 50 menit.

“Dengan pengembangan bandara ini, akan semakin memudahkan dan memperbanyak para investor, wisatawan dan pengunjung lainnya untuk berkunjung ke Tasikmalaya dan daerah sekitarnya. Saya yakin perekonomian masyarakat Jawa Barat sebelah selatan juga akan lebih meningkat dengan cepat,” sebutnya.