Sat. Apr 20th, 2019

Pengemudi Ojol Jangan Lebihi Kecepatan Laju Kendaraan yang Ditetapkan

Wanita pengemudi ojek online.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tingginya kecelakaan sepeda motor dijalan disebabkan tingginya kecepatan laju kendaraan yang melebihi batas. Budi meminta kepada para pengemudi ojek online (ojol) agar tidak melebihi kecepataan berkendara yang ditetapkan.

“Pada tahun 2017 korban meninggal dunia mencapai 30.569 jiwa atau 3-4 orang meninggal dunia setiap jam. Oleh karenanya sayangi nyawa, kurangi kecepatan,” ujar Budi usai melakukan safety riding bersama pengemudi ojol, Minggu (6/1/2019).

“Amannya di 40 km/jam, tadi saya waktu safety riding coba di 50 km/jam keseimbangan sudah berkurang,” imbuhnya.

Berdasarkan data Indonesia Road Management System (IRMS) pada tahun 2017, di Indonesia terjadi 103.287 kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 30.569 jiwa, 14.409 korban luka berat dan 119.944 jiwa korban luka ringan.

“Berdasarkan data Kecelakaan Lalu Lintas pada tahun 2017 menunjukkan bahwa moda sepeda motor memiliki prosentase tertinggi yaitu mencapai 72%. Fakta menunjukkan korban kecelakaan lalu lintas adalah masyarakat golongan usia produktif, yaitu usia 20 – 29 tahun,” papar Budi.

Untuk mengurangi jumlah kecelakaan dibutuhkan peran aktif pemerintah dan masyarakat. Menurut Budi, hal ini karena keselamatan jalan tidak mungkin terwujud bila tidak diawali saat ini dari diri sendiri.

“Keselamatan adalah suatu keharusan. Setiap berkendara kita harus menggunakan helm, tidak berboncengan lebih dari dua, tidak menggunakan telepon saat mengemudi dan selalu gunakan sabuk keselamatan. Jadi keselamatan adalah tanggung jawab kita semua,” tutup Budi.