Sat. Apr 20th, 2019

Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli untuk Cari Kapal MT. Namse Bangzhod

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Laut telah mengerahkan kapal patroli KPLP untuk melakukan pencarian kapal MT. Namse Bangdzhod yang dilaporkan hilang kontak sejak 28 Desember 2018 lalu.

Menurut informasi yang ada, kapal bermuatan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) itu bertolak dari Sampit, Kalimantan Tengah. Namun kemudian dilaporkan hilang kontak saat pelayarannya menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.

“Kami telah kerahkan kapal patroli KPLP yaitu kapal KNP. 348 menyisir dari Tanjung Kerawang Bekasi sampai dengan Marunda hingga ke Buoy Timur area labuh jangkar pelabuhan Tanjung Priok, namun belum menemukan keberadaan kapal tersebut,” ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Junaidi di Jakarta, Senin (7/1/2019).

Junaidi menyebutkan, kapal patroli KPLP KNP. Alugara P.114 juga telah menyisir dari mulai Selat Bangka, Pulau Seribu hingga Ekanuri pelabuhan Tanjung Priok, namun juga belum mendapatkan hasil.

“Kapal-kapal patroli PLP Tanjung Priok sudah meminta bantuan Disnav Tanjung Priok dan Semarang untuk ikut memantau gerak kapal dimaksud melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan SROP sepanjang pantai utara pulau Jawa, dan sampai saat ini belum ada laporan keberadaan kapal tersebut,” ungkapnya.

RIB SAR juga menyisir dari Muara Angke sampai area labuh jangkar Buoy Barat, namun upaya tersebut juga belum berhasil menemukan kapal tersebut.

Kapal MT Namse Bangdzhod dengan GT 1128 merupakan kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan PT Surabaya Shipping Lines. Kapal tersebut dinakhodai Muhammad Asdar Wijaya dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak 11 orang.

“Pemilik kapal juga sudah melaporkan ke Basarnas, VTS Tanjung Priok juga sudah memancarkan berita distress agar kapal-kapal yang sedang berlayar di sekitar rute pelayaran kapal tersebut juga ikut mencari dan segera melaporkan ke kami bila ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal tersebut,” ujarnya.

“Kami akan berusaha maksimal untuk membantu mencari kapal dimaksud, semoga ada pertanda baik dari kapal tersebut ke depannya,” tutup Junaidi.