Sun. Feb 17th, 2019

Jelang Natal, Kemenhub Larang 6.388 Bus untuk Beroperasi

Menjelang masa angkutan natal 2018 dan tahun baru 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus melakukan pemeriksaan (ramp check) kendaraan bermotor. Dari lebih dari 29.000 angkutan bus yang diperiksa, 6.388 di antaranya dilarang beroperasi.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kelaikan dan kesiapan moda transportasi yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi mengatakan, hasil pemeriksaan kendaraan bermotor yang dilaksanakan sampai dengan Kamis (20/12/2018) kemarin sebanyak lebih dari 29.000 kendaraan yang diperiksa.

Ia menyebutkan, dalam pemeriksaan itu masih ditemukan banyak pelanggaran, baik yang sifatnya administrasi maupun teknis utama.

“Sampai dengan hari ini kami sudah melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor angkutan AKAP (Antar Kota Antar Propinsi), AKDP (Angkutan Kota Dalam Propinsi) dan angkutan pariwisata sebanyak 29.093 kendaraan,” ujar Budi saat melakukan kunjungan kerja di Semarang, Kamis siang.

Tidak hanya sampai di situ, pihaknya juga akan terus melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum dan pariwisata untuk memastikan kendaraan yang akan digunakan oleh masyarakat di masa angkutan natal dan tahun baru adalah kendaraan yang berkeselamatan.

Ia juga menyebutkan, dari 29.093 kendaraan angkutan umum dan pariwisata yang diperiksa, terdapat 22.703 diijinkan untuk beroperasional. Sedangkan sisanya sebanyak 6.388 kendaraan dinyatakan dilarang untuk operasional, terdiri dari 3.805 AKAP, 2.372 AKDP dan 211 angkutan pariwisata.

“Tindak lanjut kami dari hasil pemeriksaan kendaraan bermotor bagi angkutan yang dinyatakan dilarang operasional akan diberikan sanksi administrasi sampai dengan pencabutan izin operasional,” tegasnya.

Budi menyebutkan, hari ini (Jumat, 21/12/2018) pihaknya bekerja sama dengan Dirlantas Polda Sumatera Utara, Dishub Provinsi Sumatera Utara dan PT JMTO Ruas Belmera akan melaksanakan pemeriksaan kendaraan barang yang melakukan pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL) di ruas Belmera menuju Belawan, Sumatera Utara.

“Saya berharap dengan rangkaian persiapan menjelang masa angkutan natal 2018 dan tahun baru 2019 yang kami lakukan dapat meningkatakan pelayanan kepada masyarakat serta menurunkan angka kecelakaan pada masa tersebut,” tutup Budi.