Fri. Apr 19th, 2019

Intip Ketangguhan CN235-220 MPA dan Heli AKS AS565 MBe Panther Puspenerbal

Sosok helikopter AKS AS565 MBe Panther dan 1 unit pesawat CN235-220 MPA dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI AL. Foto: PTDI.

Kamis (24/1/2019) lalu PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah resmi menyerahkan satu unit CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dan lima unit helikopter Antikapal Selam (AKS) AS565 MBe Panther kepada Kementerian Pertahanan untuk dioperasionalkan satuan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal).

Pesawat CN235-220 MPA dapat digunakan untuk berbagai macam misi, seperti patroli perbatasan dan zona ekonomi eksklusif, maupun untuk dukungan misi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Pesawat ini memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya, dapat lepas landas pada landasan yang pendek, bahkan di landasan yang belum beraspal dan berumput sekalipun. CN235-220 MPA TNI AL mengusung winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar, sehingga mampu terbang selama 10-11 jam.

Pesawat ini dilengkapi fitur sistem avionik glass cockpit, dan autopilot. CN235-220 MPA juga dilengkapi dua consoles, 360o Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 NM, Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal dengan objek yang mencurigakan.

CN235-220 MPA ini juga dilengkapi sistem Identification Friend or Foe (IFF) Interrogator dan Tactical Computer System. Keduanya merupakan sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui pesawat lawan atau kawan dan terintegrasi dengan sistem komputer untuk menganalisa dan menentukan strategi operasi.

Pesawat ini dilengkapi pula dengan sistem Forward Looking InfraRed (FLIR) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Mengenai AS565 MBe Panther, heli ini merupakan platform Helikopter hasil kerja sama industri antara PTDI dengan Airbus Helicopters, Perancis. Fase integrasi AKS, mulai dari desain hingga pemasangan merupakan hasil karya PTDI.

Selain menggandeng Airbus Helicopter, PTDI juga bekerja sama dengan Rotorcraft Services Group (RSG) dan L-3 Aerospace Systems. Mereka melakukan engineering collaboration dan rekayasa manufacturing untuk menghasilkan helikopter ini.

PTDI akan melakukan proses pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru pada heli jenis ini, yang disesuaikan kebutuhan Puspenerbal.

AS565 MBe full AKS mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sonar HELRAS dapat beroperasi optimal di area laut dangkal maupun dalam.

Teknologi HELRAS menggunakan frekuensi rendah dengan resolusi tinggi pada sistem Doppler dan rentang gelombang panjang untuk mengetahui keberadaan kapal selam dari jarak jauh. Dipadu dengan perangkat DS-100, AS565 MBe dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran, dan melancarkan serangan torpedo di perairan dangkal maupun dalam.