Mon. Mar 25th, 2019

Ditjen Hubud Larang Boeing 737 MAX 8 Terbang di Ruang Udara RI

Armada pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP milik maskapai Lion Air. Sumber gambar: Lion Air.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) menetapkan larangan beroperasi seluruh armada pesawat terbang Boeing 737 MAX 8 di wilayah udara Indonesia. Larangan ini ditujukan untuk semua operator penerbangan Indonesia.

Larangan berlaku mulai sore (Kamis, 14/3/2019) ini hingga waktu yang tidak ditentukan. Sebelumnya Ditjen Hubud telah menerbitkan larangan serupa pada Selasa (12/3/2019) lalu dengan masa berlaku selama satu pekan.

Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan Continuous Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) yang diterbitkan FAA Rabu (13/3/2019) kemarin terkait informasi terbaru untuk keselamatan operasional armada pesawat Boeing 737 MAX seri 8 dan 9.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menegaskan bahwa larangan beroperasi ini berlaku sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut, dengan mempertimbangkan terpenuhinya keselamatan penerbangan.

“Demi terpenuhinya keselamatan penerbangan di Indonesia, kami memutuskan untuk melarang terbang seluruh pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh operator penerbangan Indonesia di wilayah ruang udara Republik Indonesia, berlaku sejak tanggal 14 Maret 2019,” ungkap Polana.

Larangan terbang armada B737 MAX 8 ini tidak berlaku untuk beberapa penerbangan tersentu, yakni non-komersial, tidak membawa penumpang, dan ferry flight dalam rangka kembali ke lokasi perawatan atau penyimpanan pesawat terbang.

“Bagi kami, keselamatan merupakan “no go item” yang tidak dapat ditawar,” tutup Polana.