Tue. Apr 16th, 2019

Bisnis Penerbangan Tanah Air Mengalami Pelemahan?

Maskapai Wings Air, Lion Air dan Batik Air di Apron Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta. Sumber gambar: Ery.

Menurunnya jumlah penumpang dalam bisnis penerbangan Tanah Air masih ramai diperbincangkan. Namun benarkah bisnis ini tengah mengalami penurunan?

Dari data angkutan udara domestik yang dihimpun Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam siaran pers hari ini (Senin, 11/2/2019), terlihat adanya fluktuasi jumlah penumpang.

Pada tahun 2016 bulan Januari jumlah penumpang 6,7 juta, Februari 6,4 juta, Juli 8,7 juta dan Desember 8,4 juta. Tahun berikutnya, pada periode yang sama jumlah penumpang meningkat menjadi 7,7 juta, 6,5 juta, 9,5 juta dan 9,0 juta.

Sedangkan tahun 2018, dalam periode yang sama terjadi fluksuasi jumlah penumpang menjadi 8,3 juta, 7,5 juta, 9,7 juta dan 8,1 juta penumpang.

Sayangnya untuk data selama Januari tahun ini belum dapat dimunculkan datanya, sehingga perkembangan jumlah penumpang belum dapat diketahui.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, bisnis penerbangan nasional sedang memulai lembaran baru di tahun 2019. Dia memandang menurunnya jumlah penumpang angkutan udara adalah sebuah siklus tahunan yang umum terjadi, yakni musim sepi (low-season) dan musim sibuk (peak-season).

Dia menjelaskan, Low-season biasanya terjadi pada pertengahan Januari sampai Febuari. Penumpang dalam musim ini didominasi pebisnis dan pekerja, sementara penumpang dengan keperluan berwisata (pleasure) menurun.

Sedangkan peak-season biasanya terjadi di pertengahan tahun. Umumnya saat liburan sekolah dan akhir tahun saat liburan natal dan tahun baru maupun saat libur lebaran.

“Penurunan penumpang, hampir terjadi setiap tahun, memang kondisi low-season yang merupakan siklus tahunan yaitu Januari, Februari. Dan Maret baru mengalami peningkatan,” tutur Polana.

Polana mengajak semua stakeholder untuk selalu optimis serta melakukan kerja keras dan cerdas untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Jadi saya mengajak semua stakeholder untuk optimis memandang bisnis penerbangan tahun ini akan terus tumbuh dan berkembang. Mari kita kerja keras dan cerdas dengan saling bersinergi,” pungkasnya.