Sun. Feb 17th, 2019

ASDP Tambah 120 Fasilitas Mesin EDC di Empat Pelabuhan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus meningkatkan layanan penjualan tiket dengan sistem pembayaran nontunai (cashless). Layanan uang elektronik yang dapat digunakan adalah Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), E-Money (Mandiri) dan BLink (BTN). Untuk tahap awal, metode pembayaran ini berlaku bagi pengguna jasa pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat.

Sekretaris Perusahaan ASDP, Imelda Alini mengatakan, saat ini sudah dilakukan penambahan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat angkutan natal dan tahun baru sebanyak 120 mesin EDC di 4 pelabuhan. Sebanyak 46 Unit untuk Pelabuhan Merak, 30 Unit untuk Pelabuhan Bakauheni, 19 unit di Pelabuhan Ketapang dan 25 unit untuk Pelabuhan Gilimanuk.

“Dengan penambahan ini, ASDP dipastikan siap melayani pembayaran tiket nontunai, khususnya di 4 pelabuhan dengan total EDC eksisting untuk pelabuhan Merak sebanyak 76 Unit, Bakauheni 54 unit, Ketapang 33 Unit, dan Gilimanuk sebanyak 39 unit,” jabarnya, Rabu (19/12/2018).

Untuk top up kartu elektronik juga telah tersedia lokasi di empat pelabuhan tersebut yang disediakan koperasi maupun agen bank.

“Bagi pengguna jasa yang belum memiliki kartu elektronik, dapat membeli salah satu bank HIMBARA (Mandiri, BNI, BRI, BTN) seharga Rp 25,000 dan untuk jasa top up uang elektronik sebesar Rp 1,500 per satu kali top up,” jelasnya.

Penerapan sistem pembayaran nontunai ini sejalan dengan program transformasi digital yang tengah dilakukan ASDP.

“Dengan penerapan cashless, akan semakin memudahkan pengguna jasa karena pembayaran tiket akan lebih singkat dan transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman. Kami menargetkan agar seluruh pengguna jasa kapal ferry dapat menerapkan program cashless ini, sehingga dapat menikmati pembayaran tiket dengan lebih mudah, cepat, aman dan nyaman,” sambung Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi.