Sun. May 19th, 2019

AS Berlakukan Larangan Terbang Pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 9

Pesawat Boeing 737 MAX 8. Sumber gambar: ABC.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya memberlakukan larangan terbang bagi semua pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9. Perintah darurat ini dicetuskan sebagai buntut musibah jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang.

Larangan tersebut dikatakan langsung Presiden AS Donald Trump, Rabu (13/3/2019). Langkah larangan ini menyusul beberapa negara lainnya seperti Inggris, Uni Eropa, India, Cina, Australia dan Indonesia yang telah lebih dulu mengeluarkan larangan serupa terhadap pesawat jenis tersebut.

“Semua pesawat itu dilarang terbang, segera berlaku. Keselamatan warga Amerika, dan semua orang adalah perhatian utama kami,” kata Trump saat jumpa pers, merujuk pada keluarga pesawat Boeing 737 MAX, seperti dikutip AP.

Hingga Trump mengumumkan pelarangan terbang itu, otoritas penerbangan sipil AS (FAA) menyebutkan bahwa mereka tidak memiliki data untuk membuktikan bahwa pesawat itu tidak aman.

Trump mengutip “informasi baru” yang terungkap dalam penyelidikan yang sedang berlangsung atas insiden tersebut.

Dia mengatakan, setiap pesawat Boeing 737 MAX yang saat ini masih berada di udara akan menuju ke tujuannya dan kemudian tidak diperkenankan terbang lagi.

Trump menegaskan, keselamatan rakyat Amerika adalah perhatian utama. Dia juga menyebutkan bahwa FAA akan segera mengeluarkan pernyataan tentang tindakan tersebut.

“Boeing adalah perusahaan yang luar biasa. Mereka bekerja sangat keras sekarang dan mudah-mudahan mereka akan segera mendapat jawaban,” ujar Trump.

Sementara itu, FAA merespon komentar Trump dengan pernyataan, memerintahkan larangan terbang sementara pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan AS atau di wilayah AS.

FAA mengatakan bahwa bukti baru yang dikumpulkan di lokasi dianalisis hari ini.

“Larangan terbang akan tetap berlaku sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan informasi dari perekam data pesawat (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR),” pernyataan FAA, seperti dikutip AP.

Insiden maut terbaru yang melibatkan pesawat Boeing 737 MAX 8 dialami Ethiopian Airlines 6 menit setelah lepas landas menuju Nairobi, Kenya, Minggu (10/3/2019). Pesawat jatuh dan menewaskan 157 orang di dalamnya. Akhir Oktober 2018 pesawat jenis serupa milik Lion Air mengalami nasib yang sama dan menewaskan 189 orang di dalamnya.