Efek Pertemuan IMF-World Bank Arus Penumpang Ngurah Rai Melonjak




Plt Dirjen Perhubungan Udara, Pramintohadi Sukarno, meninjau kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dalam rangka pertemuan IMF-World Bank. Foto: Dok. Humas DJPU.
Plt Dirjen Perhubungan Udara, Pramintohadi Sukarno, meninjau kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dalam rangka pertemuan IMF-World Bank. Foto: Dok. Humas DJPU.

Pertemuan IMF – World Bank yang digelar selama satu minggu ini diperkirakan akan membuat lonjakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Lebih dari  26 ribu orang, terdiri dari para Kepala Negara, Menteri Keuangan, delegasi yang terdiri utusan Bank Sentral dari 189 negara, para pengusaha, media dan pendukung acara lainnya akan tiba melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tercatat akan ada 24 flight VVIP (level kepala negara), 50 flight VIP (para pejabat setingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral), dan 36 flight charter yang dipakai oleh para pengusaha dan peserta lainnya. Dengan adanya VVIP movement, akan berdampak pada perubahan slot penerbangan reguler. Untuk itu Ditjen Hubud juga telah berkoordinasi dengan Airnav Indonesia dan operator bandara untuk mengantisipasi pergeseran slot.

Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara, Pramintohadi Sukarno, yang ditemui ketika mengecek langsung kelancaran pelayanan kedatangan dan keberangkatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengatakan bahwa untuk memantau kelancaran arus kedatangan dan keberangkatan para delegasi, Ditjen Hubud dan PT. Angkasa Pura 1 beserta para pemangku kepentingan lainnya di bandara telah membuat Posko Command Center yang berlokasi di Terminal Kedatangan Domestik.

Sejak tanggal 5 sampai dengan 8 Oktober 2018 tercatat total flight yang dilayani mencapai 1.723 dengan total penumpang yang diangkut sebanyak 239.272 orang. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 12% dibanding periode yang sama tahun 2017. Begitu pula dengan jumlah penumpang yang dilayani, juga mengalami pertumbuhan sebesar 8%. Selama masa penyelenggaraan pertemuan IMF ini. Ditjen Hubud juga telah menyetujui penambahan flight ke Bali sebanyak 61 extra flight.

“Prediksi delegasi yang akan tiba melalui Bandara Ngurah Rai sebanyak 26 ribu terdiri dari 11 ribu delegasi internasional dan 15 ribu delegasi domestik, untuk itu operator bandara telah mengantisipasi dengan menambah kapasitas pelayanan. Peningkatan pelayanan tersebut antara lain: pengoperasian bandara selama 24 jam, perluasan apron sehingga mampu menampung 47 parking stand yaitu 11 pesawat wide body dan 36 narrow body, penambahan checkin counter dari 96 unit menjadi 132 unit dan penambahan fasilitas gedung parkir hingga mampu menampung 1.011 unit kendaraan. Peningkatan kapasitas ini agar delegasi yang datang ke Bali dapat ditangani dengan baik,” jelas Pramintohadi.

Untuk memberikan informasi kepada delegasi, pihak bandara dan panitia juga menyiapkan information desk. Pramintohadi menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada delegasi dan terus berkoordinasi dengan stakeholder agar selama perhelatan tahunan ini berlangsung mulai dari kedatangan sampai kepulangan para delegasi ke negara masing-masing dapat berjalan baik dan lancar sesuai  standar keselamatan dan keamanan penerbangan sipil.

“Guna mendukung kelancaran kegiatan ini, kami telah mengintruksikan kepada jajaran Ditjen Hubud untuk terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di bandara dan kami pantau secara berkala perkembangannya. Bandara ini adalah pintu gerbang udara, karenanya harus mampu memberikan kesan pertama yang baik melalui pelayanan yang optimal, dan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan kepada penumpang,” imbuh Pramintohadi.




Ayo baca ini juga….