DJI Kenalkan Teknologi GEO Terbaru untuk Keamanan Bandara




Drone DJI
Drone DJI. Foto: DJI-Halo Robotics.

Perusahaan pesawat tanpa awak (drone) dan pencitraan udara, DJI, dalam waktu dekat akan memperkenalkan teknologi geofencing (pemetaan) terbaru. Kabarnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan pembatasan ruang udara untuk drone di dekat bandara di Amerika Serikat (AS).

Geospatial Environment Online (GEO) versi 2.0 yang dimutakhirkan ini rencananya akan diperkenalkan perusahaan ke muka publik mulai November 2018, saat revisi zona wilayah udara diberlakukan di sekitar bandara AS.

Munukil laman airport-technology.com, pihak DJI menyatakan bahwa teknologi geofencing terbaru akan memberikan perlindungan yang lebih pintar bagi pesawat di daerah-daerah kritis. Teknologi ini ke depannya juga akan ditawarkan ke negara lain.

“DJI dengan bangga, sekali lagi memimpin industri dalam mengembangkan solusi proaktif untuk masalah keselamatan dan keamanan (penerbangan). Ini adalah langkah besar (ke depan) untuk mengintegrasikan drone ke wilayah udara dengan aman berdasarkan evaluasi risiko, terkait pesawat yang mendekati dan meninggalkan berbagai jenis bandara,” tutur VP Bidang Kebijakan dan Hukum DJI, Brendan Schulman, Kamis (25/10/2018).

Ia menambahkan, sistem baru ini memungkinkan GEO untuk membuat zona keselamatan ‘dasi kupu-kupu’ tiga dimensi dengan terperinci di sekitar jalur penerbangan landasan pacu. GEO juga dapat menggunakan bentuk polygon kompleks di sekitar fasilitas sensitif lainnya.

Geofencing terbaru DJI juga mencakup kaidah-kaidah dari Bab 384 dari Undang-undang Peninjauan Ulang FAA (otoritas penerbangan sipil AS) yang baru saja ditetapkan. Undang-undang tersebut mengamanatkan bahwa koridor pendekatan akhir (final approach) hingga landasan pacu aktif di bandara-bandara utama harus menjadi ‘zona pengecualian landasan pacu’ untuk drone yang tak terdaftar.

Namun, klien atau pengguna DJI diwajibkan untuk memutakhirkan aplikasi DJI GO 4 dan firmware drone. Dengan begitu, mereka baru bisa memperoleh akses GEO terbaru.

DJI memilih PrecisionHawk sebagai penyedia datanya, yang akan menawarkan data akurat seperti lokasi pasti landasan pacu bandara dan batasan fasilitas-fasilitas untuk memperoleh informasi geospasial yang tersedia di GEO 2.0 terbaru.




Ayo baca ini juga….