Ditjen Perhubungan Udara Segera Pelajari FCOM B737 MAX 8




b737 max 8
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno. Foto: Ery

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dan segera mempelajari Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM) yang diterbitkan Boeing Company.

Boeing menyatakan, dorongan penerbitan FCOM berdasarkan informasi yang sejauh ini sudah diperoleh terkait peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 pada 29 Oktober lalu di Perairan Tanjung Pakis, Kerawang, Jawa Barat.

FCOM merupakan pedoman yang berisi tindakan yang harus dilakukan penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang diduga disebabkan adanya erroneous input pada Angle of Attack Censor.

Pramintohadi menjelaskan, FCOM yang dikeluarkan itu merupakan perkembangan terbaru petunjuk yang telah ada sebelumnya.

Menurutnya, dalam FCOM tersebut memang didasari oleh data-data yang diperoleh dari investigasi yang dilakukan oleh KNKT, di mana NTSB Amerika Serikat dan Boeing sebagai pabrikan juga terlibat.

Dikatakan Pramintohadi, sehari sebelumnya Ditjen Perhubungan Udara telah berkomunikasi dengan perwakilan Otoritas Penerbangan Sipil AS (FAA) di Singapura terkait dengan rencana penerbitan FCOM tersebut.

Melalui teleconference yang dilakukan oleh Ditjen Hubud dan FAA Rabu (7/11/2018) lalu, FAA menyampaikan bahwa diterbitkannya FCOM diikuti dengan Emergency Airworthiness Directive (AD #: 2018-23-51) the International Community (CANIC), sebagai konfirmasi dari FAA kepada regulator di negara pabrikannya.

“Dalam CANIC disebutkan bahwa penerbitan FCOM dilatarbelakangi informasi yang sejauh ini sudah diperoleh dari kejadian kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, dan kami telah menerima konfirmasi pagi tadi bahwa emergency AD telah diterbitkan,” kata Pramintohadi Kamis, (8/11/2018).

Ditjen hubud, lanjut Pramintohadi, akan mempelajari dan mengevaluasi emergency AD dimaksud. Ditjen Hubud juga akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya dengan KNKT agar setiap informasi baru yang muncul terkait proses investigasi kecelakaan JT610 dapat langsung ditindaklanjuti dengan langkah-langkah preventif.




Ayo baca ini juga….