Ditjen Hubud Pastikan Maskapai Telah Terima FCOM B737 MAX 8




Pesawat B737 MAX 8 Lion Air PK-LQP. Foto: Lion Air
Pesawat B737 MAX 8 Lion Air PK-LQP. Foto: Lion Air

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno mengatakan bahwa pihaknya telah mempelajari dan mengevaluasi Emergency Airworthiness Directives (AD) yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan AS (FAA) dan telah menyampaikannya kepada operator penerbangan (maskapai).

Emergency Airworthiness Directives (AD) dikeluarkan FAA setelah Boeing menerbitkan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOMB). AD diterima Ditjen Hubud Kamis (8/11/2018) lalu.

Boeing menyatakan, dorongan penerbitan FCOM berdasarkan informasi yang sejauh ini sudah diperoleh terkait peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 pada 29 Oktober lalu di Perairan Tanjung Pakis, Kerawang, Jawa Barat.

Pramintohadi menyebutkan, petunjuk yang dikeluarkan ini merupakan update dari petunjuk yang telah ada sebelumnya.

“Kemarin setelah menerima AD dari pihak FAA, kami segera mempelajari dan mengevaluasi AD tersebut dan telah disampaikan kepada operator penerbangan. Selain AD dari FAA, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Ditjen Hubud mengeluarkan dokumen AD dengan mengacu pada AD yang dikeluarkan oleh FAA pada 8 November 2018,” jelas Pramintohadi, Jum’at (9/11/2018).

Pramintohadi memastikan, informasi ini juga telah diterima oleh operator penerbangan yang mengoperasikan pesawat jenis ini di Indonesia, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Selanjutnya, Ditjen Perhubungan Udara akan memonitor mekanisme penyampaian informasi oleh operator kepada seluruh penerbangnya.

“Kami meminta operator penerbangan untuk menyebarluaskan informasi ini dan memastikan penerimaan serta pemahaman para penerbangnya. Kami akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik di dalam maupun di luar negeri serta memonitor setiap informasi baru yang muncul dari proses investigasi kecelakaan JT610 untuk terus menerapkan langkah-langkah preventif segera sekiranya diperlukan,” tutup Pramintohadi.




Ayo baca ini juga….