Sun. Jun 16th, 2019

Dari Kertajati ke Penjuru Dunia

Assalamualaikum semua …

Judul itu adalah tema dari acara “Ngariung Bareng BIJB” di salah satu hotel di Jakarta, siang ini (11/12/2018). Banyak yang diundang pada acara dengan penyelenggara Ditjen Perhubungan Udara serta PT BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) dan PT Angkasa Pura (AP) II sebagai pengelola Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat ini. Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun berkenan hadir.

Dirjen, Sekditjen, dan para direktur di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, masuk daftar undangan, bahkan juga Sekditjen serta Direktur Angkutan dan Multimoda Ditjen Perhubungan Darat. Selain AP II, AP I dan 15 maskapai penerbangan (Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, AirAsia Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Trigana Air, Susi Air, TransNusa Aviation, Express Air), tiga di antaranya maskapai kargo (Cardig Air, Tri MG Intra Asia, My Indo), juga diundang.

Penyelenggara juga mengundang Gubernur Jawa Barat serta jajaran kepala biro dan kepala dinasnya. Tak ketinggalan para kepala daerah, yakni Walikota Cirebon, serta para bupati dari Cirebon, Majalengka, Kuningan, Subang, Sumedang, Indramayu, Tegal, dan Brebes. Termasuk pula Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata, serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM masing-masing daerah.

Apa yang dibicarakan? Kalau menebak-nebak, karena acara belum berlangsung, bisa jadi mencari solusi untuk membuka mata dunia bahwa ada Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat. Bandara yang sejak resmi dibuka Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 sampai saat ini masih belum beroperasi “sempurna”. Baru dua-tiga maskapai yang beroperasi, yakni Citilink Indonesia dengan penerbangan ke Surabaya dan Medan, Lion Air dengan penerbangan umroh, dan TransNusa dengan penerbangan dari Semarang dan Lampung.

Bisik-bisiknya, apakah penerbangan itu murni keinginan maskapai dengan perhitungan bisnisnya? Sebagai bandara yang serbabaru, bukan pindahan, Kertajati memang belum punya pasar. Jadi, lebih berat untuk memulai operasinya dibandingkan dengan, contoh saja, Bandara Internasional Lombok pindahan dari Bandara Selaparang di Mataram, juga Kualanamu pindahan dari Polonia dan Minangkabau dari Tabing.

Komisaris PT BIJB, M Iksan Tatang sempat berbincang tentang Bandara Kertajati pada acara Airport Solution Indonesia 2018 (6/12/2018). Ada keinginan dan harapannya agar daerah-daerah di sekitar Bandara Kertajati dikembangkan dan menjadi objek pariwisata dan ekonomi yang penuh daya tarik. “Kemarin saya diundang pak Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) ke Banyuwangi. Wah, hebat ya daerahnya bisa dikembangkan. Ini bisa jadi contoh bagi daerah-daerah di sekitar Kertajati. Padahal daerah Jawa Barat itu lebih indah. Jauhlah… lebih indah!” katanya.

Tak berselang lama dari perbincangan itu, ada acara “Ngariung Bareng BIJB”. Semua pihak yang diinginkan ikut berpartisipasi dalam “BIJB Melesat”, ini yang ditulis di papan petunjuknya, diundang hadir.

Baca juga ini ya...