Sun. Jul 21st, 2019

Citilink Bakal Jual Suvenir Produk UKM Binaan Sarinah

Suvenir khas Indonesia produksi usaha kecil menengah (UKM) nasional bakal dijual di dalam pesawat (sales on board) Citilink Indonesia mulai Januari 2019. Hal ini dilakukan setelah Citilink bekerja sama dengan PT Sarinah (Persero) untuk mendukung UKM mandiri yang memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kerja sama Citilink dan Sarinah tentu untuk mendapatkan benefit bagi dua pihak dan kami ingin memberikan lebih banyak lagi experience bagi penumpang. Setelah awalnya dengan berbagai makanan khas Indonesia, akan banyak lagi kejutan pada penerbangan Citilink,” kata Juliandra Nurtjahjo, Direktur Utama Citilink Indonesia pada acara penandatanganan kerja sama Citilink-Sarinah di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Menurut Juliandra, Citilink menilai bahwa keberlangsungan UKM nasional itu penting. Maka membangun kerja sama dengan Sarinah, BUMN yang bergerak di bidang ritel dan distribusi, merupakan langkah yang tepat. Produk-produk dari UKM pun akan makin banyak didistribusikan dan dipasarkan ke berbagai daerah.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa mengatakan, pihaknya membina dan mengasuh 1.200-an UKM. Namun saat ini baru 300-400 UKM yang produknya bisa dipajang dan dijual di gerai Sarinah. “Ini masalah global bukan hanya domestik. UKM harus lebih kreatif karena data dari asosiasi saat ini pertumbuhannya menyedihkan. Untuk mencapai pertumbuhan 2% saja susah,” ungkapnya.

Kerja samanya dengan Citilink, kata Putu, untuk memperkuat lini bisnisnya dan meningkatkan nilai Sarinah. “Sarinah punya kewajiban mendistribusikan produk-produk UKM. Dalam hal ini, kami butuh moda transportasi dan Citilink menjadi partner utama kami,” ucapnya.

Bukan cuma distribusi atau pengangkutan kargo produk-produk UKM binaan Sarinah, kerja sama tersebut juga mencakup akan adanya penjualan suvenir dengan ciri khas Indonesia di penerbangan Citilink. Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam penyediaan barang suvenir khas Indonesia dan garmen, termasuk joint marketing dan kerja sama dalam setiap kegiatan Corporate Social Resonsibility (CSR).

Sarinah yang didirikan Bung Karno pada 17 Agustus 1962 dikenal sebagai Jendela Indonesia, yang memberikan akses bagi masyarakat dan wisatawan mancanegara agar dapat mengetahui keragaman industri kreatif dari seluruh Nusantara. “Jadi bukan cuma produk batik yang dikenal dari Sarinah,” kata Putu.

Juliandra pun berharap, “Kerja sama ini dapat meningkatkan daya saing kedua perusahaan serta memajukan usaha kecil menengah Indonesia untuk terus berkembang sehingga dapat bersaing secara global.”

Foto: Citilink Indonesia

Baca juga ini ya...