Boeing: Pasar Pesawat dan Jasa Terkait Bakal Capai $15Trilyun




Pesawat Boeing 777-300ER Thai Airlines dalam sebuah misi kemanusiaan. Foto: Dok. Boeing Media Room

Boeing melalui Commercial Market Outlook (CMO) memprediksi aka nada kebutuhan pesawat jet komersial baru sebanyak 42.730 dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. Kebutuhan pesawat baru itu ditaksir akan memiliki nilai bisnis senilai $6,3 triliun. Dengan peningkatan kebutuhan pesawat baru itu, jasa aviasi komersial pun diprediksi meningkat hingga $15 triliun.

Proyeksi tahunan CMOitu sempat dipresentasikan di Farnborough International Airshow,  Diakui sebagai tolak ukur industri untuk proyeksi angkutan udara global, CMO 2018 memproyeksikan jumlah total pesawat meningkat sebesar 4,1 persen dari perkiraan sebelumnya.

“Untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun, kami melihat ekonomi tumbuh di setiap kawasan di dunia. Pertumbuhan yang selaras ini memberi stimulus tambahan bagi perjalanan udara secara global. Kami melihat tren lalu lintas yang kuat tidak hanya pada emerging markets seperti Cina dan India, tetapi juga di pasar Eropa dan Amerika Utara,” kata Randy Tinseth, Wakil Presiden Commercial Marketing, The Boeing Company.

Seiring dengan perkembangan lalu lintas udara yang terus berlanjut, data menunjukkan akan adanya gelombang besar padaarmada global untuk memensiunkan pesawat-pesawat yang telah memasuki usia tua.

Menurut data armada, saat ini ada lebih dari 900 pesawat yang berusia lebih dari 25 tahun. Pada pertengahan tahun 2020, lebih dari 500 pesawat per tahun akan mencapai usia 25 tahun – dua kali lipat dari jumlah saat ini – yang akan memicu gelombang pensiun. Tinseth mengatakan, data tersebut menjelaskan mengapa 44 persen pesawat baru akan dibutuhkan hanya untuk menggantikan pesawat yang dipensiunkan, sementara selebihnya untuk mendukung pertumbuhan ke depan.Jika termasuk pesawat yang akan dipertahankan, armada global diproyeksikan meningkat dua kali lipat menjadi 48.540 pada tahun 2037.

Pesawat berlorong tunggal akan mengalami pertumbuhan yang paling besar selama periode proyeksi, dengan adanya permintaan sebanyak 31.360 pesawat baru atau meningkat sebesar 6,1 persen dibanding tahun lalu. Pasar dengan nilai $3,5 triliun ini sebagian besar dipacu oleh pertumbuhan pesat maskapai penerbangan bertarif rendah, kuatnya permintaan dari emerging markets,dan meningkatnya permintaan pesawat pengganti di pasar seperti Cina dan Asia Tenggara.

Foto: Dok. Boeing CMO 2018.

Segmen pesawat berbadan lebar akan membutuhkan 8.070 pesawat baru dengan nilai mendekati $2,5 triliun untuk jangka waktu 20 tahun ke depan. Permintaan pesawat berbadan lebar akan didorong oleh kebutuhan untuk mengganti pesawat yang akan pensiun mulai awal dekade berikutnya dan maskapai yang mulai menggunakan pesawat modern seperti 787 Dreamliner dan 777X untuk ekspansi jaringan global mereka.

Selanjutnya, Boeing memperkirakan kebutuhan untuk 980 pesawat kargo berbadan lebar produksi baru selama masa proyeksi, bertambah 60 pesawat dari tahun lalu. Selain itu, para operator diperkirakan akan membeli 1.670 pesawat kargo yang telah dikonversi.

Armada yang besar menciptakan permintaan yang kuat dan terus tumbuh untuk jasa pendukung penerbangan, mulai dari rantai pasokan (suku cadang dan logistik), pemeliharaan dan jasa tehnik, modifikasi pesawat, sampai operasional penerbangan. Dalam jangka waktu 20 tahun ke depan, Boeing memperkirakan pasar sebesar $8,8 triliun untuk jasa pendukung penerbangan komersial dengan pertumbuhan per tahun sebesar 4,2 persen.

“Bisnis pesawat komersial menciptakan peluang yang besar bagi penyedia jasa. Proyeksi kami secara keseluruhan menunjukkan pasar komersial sebesar $15 triliun ke depan,” tutur Tinseth. Lebih lanjut Tinseth menjelaskan, maskapai akan melakukan lebih banyak alih daya, jaringan pesawat dan maskapai akan menjadi lebih efisien dan handal. Teknologi baru juga akan memberikan solusi. Semua ini mendorong permintaan yang lebih besar bagi solusi yang terintegrasi padasebuah pesawat.

Kategori utama pada jasa yaitu pasar senilai $2,3 triliun untuk pemeliharaan & tehnik, yang mencakup kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan atau mengembalikan kelaikan sebuah pesawat beserta sistem, komponen dan strukturnya. Kategori utama lainnya adalah pasar sebesar $1,1 triliun untuk operasional penerbangan, yang mencakup jasa yang berhubungan dengan kokpit, pelayanan di kabin, pelatihan dan manajemen awak kabin, serta operasional pesawat.

Secara geografis, permintaan terhadap pesawat dan jasa pendukung mengarah ke pasar yang sedang berkembang. Asia Pasifik, termasuk Cina, memimpin dengan 40 persen dari total pengiriman pesawat dan 38 persen dari total nilai jasa pendukung. Selanjutnya Amerika Utara dan Eropa berada pada posisi tiga besar.




Ayo baca ini juga….