Bercengkrama Bersama di Taman Safari Indonesia Prigen




Taman Safari Prigen. Foto: Karina Ayu Budiani.
Taman Safari Prigen. Foto: Karina Ayu Budiani.

Taman Safari Indonesia II sejatinya menjadi tujuan wisata andalan di Prigen, Jawa Timur. Sesuai namanya, Taman Safari Indonesia di Prigen ini memang dirikan setelah Taman Safari Indonesia Cisarua sebagai pioneer Taman Safari di Indonesia. Lalu apa yang berbeda dari Taman Safari Indonesia Prigen dengan pendahulunya? Jika dari segi koleksi satwa justru Taman Safari Indonesia Prigen justru memiliki koleksi lebih sedikit. Keunggulannya adalah udara sejuk perbukitan yang masih belum dihuni populasi manusia yang terlalu banyak. Berbeda dengan daerah Cisarua yang sudah pernuh dengan kendaraan, rumah-rumah penduduk, restoran, dan penginapan/hotel. Jadi bisa dirasakan angin berhembus menerpa kulit saya saat berada di sini meski matahair tengah terik bersinar. Ditambah dengan vegetasi yang cukup padat, sehingga semakin sore menjelang tutup, hawa dingin justru makin terasa. cocok sekali untuk reset paru-paru saya yang kerap menghirup polusi ibukota.

Rusa di antara pohon pinus di Taman Safari Prigen. Foto: Karina Ayu Budiani.
Rusa di antara pohon pinus di Taman Safari Prigen. Foto: Karina Ayu Budiani.

Tidak bisa dipastikan waktu yang dibutuhkan karena kondisi Taman Safari Indonesi Prigen yang hanya didatangi segelintir kendaraaan saja pada hari Senin saat saya menyusuri trek safari. Tapi menurut peta yang saya dapat di pintu masuk, terdapat 43 jenis satwa yang akan dilihat sewaktu melalui trek tersebut. Satwa karnivora yang menjadi bagian dari treak tersebut hanya terdiri dari 3 jenis yakni beruang cokelat, harimau Benggala baik yang berwarna puith maupun cokelat, dan singa. Sayangnya, karena saya berkunjung sudah agak siang jadi satwa pemakan daging tersebut mayoritas sedang terlelap tidur atatu bermalas-malasan di bawah pohon rindang.

Jalur yang dilewati mostly ditumbuhi pohon pinus yang tinggi menjulang. Sisanya adalah vegetasi semak ataupun pohon-pohon besar aneka jenis. Jalan menanjak yang cukup ekstrim hanya ada satu, serta satu kali lewati jalur air di dekat area kuda nil yang pada saat saya melewatinya mereka tengah asyik berendam. Populasi terbanyak di Taman Safari Indonesia adalah aneka mamalia seperti rusa, antelope, zebra, yang kebanyakan dari mereka aware dengan mobil yang melintas karena mengira akan diberi wortel. Petugas di bagian loket sendiri memang memperbolehkan pengunjung untuk memberi makan satwa.

Taman Safari Indonesia Prigen tak hanya menjadi temapt untuk trek safari saja. Masih ada atraksi lain yang dinantikan oleh pengunjung terutama untuk ANIMAL SHOW . Ada total 6 Animal Show yang menampilkan tingkah lucu ataupun atraksi hebat dari berbagai unggas dan mamalia seperti gajah, singa laut, dan lumba-lumba. Saya sendiri sangat menyukai Temple of Teror yang merupakan perwujudan kisah mirip Indiana Jones berdurasi selama kurang lebih satu jam. Sayangnya selama Temple of Teror pengunjung dilarang merekam jadi saya hanya bisa kasih sedikit sneak peak dimana terdapat aksi ledakan yang pas sebagai penutup hari di Taman Safari Indonesia Prigen.

Selain Animal Show, ada pula area rekreasi berupa aneka wahanan permainan yang menurut saya cocok untuk anak-anak. Jadi jika anda hanya datang bersama orang dewasa semua (seperti saya) sebaiknya lewatkan saja area ini dan fokus untuk menonton Animal Show serta datang ke Baby Zoo. Ada apa di Baby Zoo? Meski saya tidak sempat ke sana karena datang terlalu siang, disinilah pengunjung bisa berfoto bersama anak orangutan, anak harimau dan beberapa satwa lain. Selain Baby Zoo, ada juga area untuk berfoto bersama burung Macau, Nuri, dan Kakatua di area dekat Plaza Gajah.

Sumber artikel ini di sini: Trip to Eats