Bantuan dari Udara untuk Gempa Palu-Donggala




Tower bandara Muatiara Sis Al Jufri. Foto: Gloopic.net.
Tower bandara Muatiara Sis Al Jufri. Foto: Gloopic.net.

Assalamualaikum semua …

Bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi korban gempa di Palu-Donggala. “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali”.

Serentak seluruh unsur masyarakat di Indonesia bergerak membantu korban bencana gempa di Palu-Donggala. Di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pesawat-pesawat TNI AU siap mengantarkan personel serta berbagai perlengkapan dan peralatan medis. Begitu juga dari Bandara Sultan Muhamad Aji Sulaiman di Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Juanda di Surabaya, dan bandara-bandara lainnya, bergerak ke wilayah bencana membawa bantuan kemanusiaan.

Bandara Mutiara Sis Al Jufri di Palu yang sempat ditutup sudah dioperasikan lagi pada Sabtu (29/9/2018). Ada 13 pesawat dan helikopter yang sudah mendarat dan lepas landas kembali. Pesawat dan helikopter ini membawa bantuan sembako, genset, dan tim medis untuk evakuasi serta bantuan keselamatan pasca gempa.

Berikut ini 13 pesawat dan helikopter yang mendarat dan lepas landas di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, hari ini.
– Helikopter EC15 registrasi PK-TPF terbang dari Balikpapan untuk evakuasi medis (medivac) dan bantuan medis. (
– Helikopter A139 registrasi PK-WAE dari Balikpapan.
– Helikopter Super Puma dari Makassar membawa tim TNI AU, Otoritas Bandara, dan tim AirNav Indonesia.
– Helikopter regustrasi H3216.
– Pesawat CN235 registrasi AI2318 dari Makassar.
– Dua C130 Hercules (RJWL20 dan RJWL27) TNI AU dari Halim Perdanakusuma.
– Pesawat Boeing 737-400 TNI AU registrasi A7308 dari Halim Perdanakusuma.
– Pesawat Cessna C208 registrasi PK-BVU dari Masamba.
– Pesawat C130 Hercules (Herky31) TNI AU dari Surabaya.
– Pesawat KALONG06 dari Makassar.
– Pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFP dari Balikpapan dicarter untuk bantuan logistik; membawa dua personel ATC AirNav Indonesia, sembako, genset, dan untuk evakuasi.
– Pesawat dengan registrasi PK-JBE dari Mamuju membawa tim medis.

Humas AirNav Indonesia memberi keterangan, saat ini layanan navigasi dilakukan dengan prosedur VFR (Visual Flight Rules). AirNav juga telah menerbitkan notam untuk prosedur ini dengan nomor H0757/18NOTAM. Diinformasikan bahwa karena alasan pasokan listrik yang belum memadai, sementara ini penerbangan hanya dapat dilakukan melalui prosedur VFR.

Ada 27 personel AirNav Indonesia dari berbagai daerah yang diberangkatkan ke Palu untuk memastikan berjalannya layanan navigasi penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al Jufri. Personel-personel ini terdiri dari 15 ATC (Air Traffic Controler), lima ACO (Aeronautical Communications Officer), dan tujuh teknisi.

Bantuan lewat transportasi udara memang sangat dibutuhkan untuk menjamin kecepatan. Penanganan medis misalnya, harus cepat dilakukan dalam situasi bencana. Respons cepat dari pihak terkait operasional bandar udara patut diapresiasi, tak terkecuali semua pihak yang bergerak untuk membantu korban gempa di Palu-Donggala. Semoga Allah swt meridhoi.




Ayo baca ini juga….