Sun. Jul 21st, 2019

Bandara Syukran Aminuddin Amir Kini dan Dulu

bandara syukran aminuddin amir

Bandara Syukran Aminuddin Amir. Kredit foto: Humas DJPU.

Bandar Udara (Bandara) Syukuran Aminuddin Amir kini memiliki Gedung Terminal baru dan beberapa infrastruktur baru lainnya. Kapasitas landasan pacu bandara ini pun sekarang telah memungkinkan untuk didarati pesawat sejenis Boeing 737.

Bandara Syukran Aminuddin Amir terletak di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ada keunikan tersendiri dari bandara ini, karena berdiri kokoh menghadap ke laut dan pegunungan kapur nan indah.

Bandara yang terletak di selatan pusat kota ini pun berdiri sejajar dengan garis pantai Selat Peling dan persis berada di atas Bukit Alas yang elevasinya 17 meter dari permukaan air laut.

Pembangunan awalnya pada tahun 1972 dan hanya memiliki landasan berukuran 850 m x 30 m dan apron 50 m x 40 m. Saat itu fasilitas komunikasi Bandara Luwuk (nama lama) pun masih tergolong sederhana.

Tahun 2008 secara bertahap bandara ini mulai dikembangkan. Sejak itu pula nama bandara ini berganti menjadi Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang dipetik dari nama raja terakhir Kerajaan Banggai.

Kapasitas landasan pacu ditambah menjadi 2.250 m x 45 m, apron 315 m x 85 m, taxiway 60 m x 18 m, sehingga mampu didarati pesawat sejenis Boeing 737.

Beberapa maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara ini di antaranya Express Air, Sriwijaya Air, Wings Air, Garuda Indonesia dan Lion Air.

Tak hanya sisi udara yang mengalami pengembangan, sisi darat bandara ini juga turut dikembangkan. Luas terminal penumpang sebelumnya yang berukuran 1.212 m² hanya mampu menampung penumpang 100 orang pada saat jam sibuk. Saat ini luas terminal menjadi 5000m² dengan kapasitas penumpang mencapai 350 penumpang saat jam sibuk.

Dengan adanya perluasan terminal baru, diharapkan, akan ada peningkatan jumlah penumpang, khususnya wisatawan menuju Luwuk.

“Adanya terminal baru tersebut akan membuat penerbangan ke Luwuk semakin ramai, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian daerah setempat,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti beberapa waktu lalu.

Topografi Kota Luwuk dimulai dengan gunung hijau, lalu berlanjut dengan bukit yang dihiasi rumah-rumah, dan diakhiri hamparan pantai dengan air sebening kristal dalam bayang biru tosca terang.

“Ditjen Hubud akan mendorong berbagai upaya dan bahu membahu bersama Pemda dan Pemprov, untuk bersama-sama meningkatkan daya tarik pesona Luwuk, yang didukung oleh pelayanan angkutan udara yang baik, melalui Bandara Syukuran Aminuddin Amir,” pungkas Polana.

Baca juga ini ya...