Sun. Jun 16th, 2019

Bandara Lourdes Jadi Saksi Bisu Lenyapnya 2 Pesawat A380 Singapore Airlines

Dua unit pesawat Airbus A380 bekas pakai maskapai Singapore Airlines mulai menjalani penghapusan corak khasnya di Bandara Lourdes, Perancis, Ahad (5/5/2019). Sumber gambar: Jean Luc Bonnard.

Bandara Lourdes menjadi saksi bisu lenyapnya dua unit armada pesawat jenis Airbus A380 bekas pakai maskapai Singapore Airlines. Pasalnya, kedua pesawat tersebut telah mulai menjalani penghapusan corak khasnya di bandara yang terletak di Perancis ini.

Momen penghapusan corak di badan pesawat jumbo jet bermesin empat itu diabadikan seorang spotter setempat, Jean Luc Bonnard, yang fotonya diunggah oleh akun twitter @Frenchpanter, Ahad (5/5/2019) lalu.

Seperti dikutip dari newsinflight.com, keduanya merupakan pesawat pertama yang berdinas di Singapore Airlines, tepatnya pada Oktober 2007 silam.

Dalam catatan sejarah, dengan diluncurkannya pesawat jet berbadan bongsor tersebut oleh Airbus pada tahun 2007, dominasi pesawat double-decker (dua kabin) pabrikan Boeing pun langsung tergusur. Di tahun ke-37 sejak peluncurannya, pesawat jenis B747 buatan pabrik asal Amerika Serikat akhirnya tutup produksi.

Berjayanya A380 mengalahkan dominasi B747 rupanya hanya seumur jagung. Pada Februari 2019 justru Airbus mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan secara total produksi pesawat jumbo jet kebanggaanya itu pada 2021 mendatang.

Sebetulnya, ketika program A380 diluncurkan, Airbus mengantisipasi pesanan 1.200 pesawat jenis ini untuk menutupi biaya produksi dan menghasilkan keuntungan. Sayangnya, pabrikan pesawat asal Perancis ini hanya mampu mengamankan 290 pesanan pesawat saja, dan mengirimkan 235 pada Maret 2019.

A380 gagal menarik pelanggan. Empat mesin yang menjadi dapur pacunya membuat biaya operasional pesawat jenis ini menjadi lebih mahal. Sementara produk yang lebih modern mampu memberikan daya dorong yang hampir sama meski dibekali dua mesin saja.

A380 juga dikembangkan dengan pandangan model bisnis hub dan spoke, yang ternyata model bisnis itu telah menghilang dalam bisnis penerbangan. Hal ini karena model bisnis yang lebih baru dapat terbang langsung selama lebih dari 17 jam dan mampu menghubungkan kota-kota lintas benua.

Baca juga ini ya...