Bandara Komodo Dibuka untuk Investasi Badan Usaha




Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo pada acara press background "Deregulasi, KPBU, Kerjasama Pemanfaatan Aset, dan Pelayanan Terpadu Satu Atap".

Kementerian Perhubungan mendorong badan usaha untuk bekerja sama dalam pendanaan infrastruktur transportasi. “Pembangunan infrastruktur itu kan mahal. Tidak akan cukup APBN untuk membangun infrastruktur transportasi,” kata Sugihardjo, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan dalam press background tentang “Deregulasi, KPBU, Kerjasama Pemanfaatan Aset, dan Pelayanan Terpadu Satu Atap” di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Berdasarkan data Bappenas tahun 2015, kebutuhan pendanaan infrastruktur transportasi Rp1.283triliun diperoleh melalui pendekatan makro. Hal ini didasarkan atas asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 6-8 persen dengan inflasi 2,5-4,5 persen dan tingkat suku bunga 4,5-6,5 persen. Perkiraan perhitungan itu juga mempertimbangkan skenario kebutuhan transportasi yang tertuang dalam rencana induk, cetak biru, dan kajian latar belakang transportasi perkotaan.

Perkiraan pendanaan kemampuan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sesuai dengan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2015-2019 sebesar Rp491triliun. Jadi, ada kesenjangan pembiayaan investasi Rp791triliun untuk periode tersebut. Maka Kemenhub, kata Sugihardjo, mengajak badan usaha negara atauoun swasta dalam KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Tahun 2018, untuk sektor transportasi udara ditawarkan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Bandara Komodo saat ini merupakan bandara yang dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Ditjen Perhubungan Udara. “Sekarang ini seringkali pesawat terbang tak bisa mendarat si Bandara Komodo karena kapasitas apronnya terbatas,” ucap Sugihardjo, yang mendorong badan usaha untuk turut mengembangkan bandara sebagai gerbang dari salah satu destinasi wisata unggulang Indonesia itu.

Sugihardjo menambahkan, “Bukan cuma investor yang bisa mengembangkan bandara di Labuaj Bajo itu yang kami cari, tapi juga yang dapat mendatangkan wisatawan mancanegara.” Menurut dia, saat ini penawaran Bandara Komodo baru sampai tahap pelelangan proyek. “Nanti ini akan menjadi proyek percontohan,” ujarnya.




Ayo baca ini juga….