Mon. Apr 22nd, 2019

Awal Desember Firefly Hentikan Sementara Penerbangan ke Singapura

singapura

Armada ATR 72-600 Firefly. Foto: Flickr/Clement Allong

Maskapai afiliasi Malaysia Airlines, Firefly, akan menghentikan sementara semua penerbangannya yang menuju Singapura per 1 Desember 2018. Pemberitahuan itu dimuat maskapai dalam akun Facebook resminya Kamis (22/11/2018) lalu.

Disebutkan perusahaan, penghentian tersebut akan berlangsung sampai pihak berwenang terkait menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan rencana otoritas Singapura untuk memindahkan operasi turboprop (pesawat berbaling-baling) dari Changi International ke Seletar.

“Firefly belum diberikan jadwal pasti oleh pihak berwenang untuk penundaan ini. Setelah persetujuan akhir dari pihak berwenang, Firefly kemudian akan melanjutkan penerbangannya ke Singapura,” sebut perusahaan.

Maskapai penerbangan full service yang bermarkas di Petaling Jaya, Malaysia, ini menyebutkan, pihaknya sedang mengatur penumpang yang terkena dampak. Namun maskapai tidak menjelaskan apa bentuk pengaturan tersebut.

Sebagai informasi, saat ini hanya Firefly yang mengoperasikan penerbangan pesawat turboprop ke Changi. Maskapai ini menawarkan 20 penerbangan setiap hari dari dan ke Subang, Ipoh, dan Kuantan.

Setidaknya 12.000 orang telah mengkonfirmasi pemesanan penerbangan Firefly mulai 1 Desember tersebut.

Menukil The Straits Times, seorang juru bicara Firefly menyebutkan bahwa pihaknya sudah pasti akan pindah bandara.

“Kami akan pindah ke Bandara Seletar sudah pasti. Namun, kapan itu akan terjadi kami masih berada di tengah penyelesaian beberapa masalah secara internal dengan pihak Bandara Changi,” paparnya.

Terminal Bandara Seletar memiliki 10.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 700.000 penumpang per tahun. Otoritas Bandara Changi pun telah berdiskusi dengan maskapai lain yang telah menyatakan minatnya untuk mengoperasikan layanan berjadwal ke Bandara Seletar.

Baca juga ini ya...