Arti Tangi dalam Bahasa Jawa Beserta Penjelasan dan Contoh Penggunaan

mentor

Arti tangi dalam bahasa Jawa mempunyai makna yang menarik dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari suku Jawa. Kata “tangi” memiliki arti “bangun” atau tindakan berdiri dari tidur atau posisi berbaring. Selain itu, kata tangi juga bisa digunakan pada tindakan bangkit atau berdiri dari duduk. Kata tangi termasuk ke dalam kosakata bahasa Jawa Ngoko Kasar yang sering digunakan dalam percakapan informal di kalangan suku Jawa. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara lebih mendalam mengenai arti tangi dalam bahasa Jawa beserta contoh penggunaannya.

Arti Tangi Dalam Bahasa Jawa

Tangi adalah kata dalam bahasa Jawa yang memiliki arti bangun atau tindakan berdiri dari tidur atau posisi berbaring. Kata tangi juga bisa digunakan pada tindakan bangkit atau berdiri dari duduk.

Tangi adalah kata dalam bahasa Jawa yang memiliki arti Bangun

Kata tangi dalam bahasa Jawa berarti bangun atau tindakan berdiri dari tidur atau posisi berbaring. Misalnya, saat seseorang baru saja bangun tidur, mereka dapat menggunakan kata tangi untuk menggambarkan tindakan tersebut. Contoh kalimat penggunaan kata tangi dalam bahasa Jawa adalah “Aku bar tangi turu” yang berarti “Saya baru bangun tidur.”

Baca Juga :  Pangkat Negatif

Kata tangi juga bisa digunakan pada tindakan bangkit atau berdiri dari duduk

Selain digunakan untuk tindakan bangun dari tidur, kata tangi juga bisa digunakan untuk tindakan bangkit atau berdiri dari duduk. Misalnya, ketika seseorang duduk dan ingin berdiri, mereka dapat menggunakan kata tangi untuk menggambarkan tindakan tersebut. Contoh kalimat penggunaan kata tangi dalam bahasa Jawa adalah “Tangi turu, turu meneh” yang berarti “Bangun tidur, tidur lagi.”

Tangi merupakan kata yang termasuk ke dalam kosakata bahasa Jawa Ngoko Kasar

Tangi adalah salah satu kata yang termasuk ke dalam kosakata bahasa Jawa Ngoko Kasar. Kosakata ini merupakan ragam bahasa Jawa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di kalangan suku Jawa. Penggunaan kata tangi dalam bahasa Jawa Ngoko Kasar lebih umum pada percakapan informal dan akrab antara teman, keluarga, atau orang yang saling kenal.

Contoh Penggunaan Kata Tangi

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata tangi dalam kalimat bahasa Jawa:

Aku bar tangi turu (Saya baru bangun tidur.)

Kalimat ini digunakan untuk menggambarkan bahwa seseorang baru saja bangun tidur. Kata “bar” memiliki arti “baru” dan kata “tangi” memiliki arti “bangun”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan bahwa orang tersebut baru saja bangun tidur.

Tangi turu, turu meneh (Bangun tidur, tidur lagi.)

Kalimat ini digunakan untuk menggambarkan bahwa seseorang bangun tidur, namun kemudian tidur lagi. Kata “tangi” memiliki arti “bangun” dan kata “turu” memiliki arti “tidur”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan bahwa orang tersebut bangun tidur, namun kemudian tidur lagi.

Ojo sampek tangi kawanan (Jangan sampai bangun kesiangan.)

Kalimat ini digunakan untuk memberikan peringatan kepada seseorang agar tidak bangun kesiangan. Kata “tangi” dalam kalimat ini memiliki arti “bangun” dan kata “kawanan” memiliki arti “kesiangan”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan sebagai peringatan agar seseorang tidak sampai bangun kesiangan.

Baca Juga :  Fungsi Perihal Surat Lamaran Pekerjaan

Ndang tangi awakmu sekolah opo ora (Cepat bangun dirimu sekolah apa tidak.)

Kalimat ini digunakan untuk memberikan perintah kepada seseorang agar cepat bangun dan pergi sekolah. Kata “tangi” dalam kalimat ini memiliki arti “bangun” dan kata “awakmu” memiliki arti “dirimu”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan sebagai perintah kepada seseorang agar cepat bangun dan pergi sekolah.

Tangi turu terus madang (Bangun tidur langsung makan.)

Kalimat ini digunakan untuk menggambarkan bahwa seseorang bangun tidur dan langsung makan. Kata “tangi” memiliki arti “bangun” dan kata “madang” memiliki arti “makan”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan bahwa orang tersebut bangun tidur dan langsung makan.

Turu wae ora tangi-tangi (Tidur terus tidak bangun-bangun.)

Kalimat ini digunakan untuk menggambarkan bahwa seseorang tidur terus dan tidak bangun-bangun. Kata “turu” memiliki arti “tidur” dan kata “tangi-tangi” memiliki arti “bangun-bangun”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan bahwa orang tersebut tidur terus dan tidak bangun-bangun.

Ojo sampek tangi kawanan sesok upacara (Jangan sampai bangun kesiangan, besok upacara.)

Kalimat ini digunakan untuk memberikan peringatan kepada seseorang agar tidak bangun kesiangan karena besok ada upacara. Kata “tangi” dalam kalimat ini memiliki arti “bangun” dan kata “kawanan” memiliki arti “kesiangan”. Jadi, kalimat ini bisa diartikan sebagai peringatan agar seseorang tidak sampai bangun kesiangan karena besok ada upacara.

Kosakata Bahasa Jawa Ngoko Kasar

arti tangi dalam bahasa Jawa

Kosakata bahasa Jawa Ngoko Kasar adalah ragam bahasa Jawa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di kalangan suku Jawa. Kosakata ini sering digunakan dalam percakapan informal dan akrab antara teman, keluarga, atau orang yang saling kenal. Beberapa contoh kata dalam kosakata bahasa Jawa Ngoko Kasar antara lain:

Baca Juga :  Bit
KataArti
tangibangun
turutidur
barbaru
menehlagi
ojojangan
sampeksampai
kawanankesiangan
ndangcepat
awakmudirimu
sekolahpergi sekolah
opoapa
oratidak
madangmakan
sesokbesok
upacaraupacara

Kesimpulan

arti pergantian makna

Dalam bahasa Jawa, kata “tangi” memiliki arti “bangun” atau tindakan berdiri dari tidur atau posisi berbaring. Kata tangi juga bisa digunakan pada tindakan bangkit atau berdiri dari duduk. Kata tangi merupakan kosakata dalam bahasa Jawa Ngoko Kasar yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari suku Jawa. Contoh penggunaan kata tangi dalam kalimat bahasa Jawa adalah “Aku bar tangi turu” (Saya baru bangun tidur). Dengan mengetahui arti tangi dalam bahasa Jawa, kita dapat lebih memahami dan menggunakan kosakata bahasa Jawa dengan baik dalam percakapan sehari-hari.

Artikel Terkait

Bagikan:

mentor

Saya adalah seorang penulis yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Hobi saya menulis artikel yang bermanfaat untuk teman-teman yang membaca artikel saya.

Tags