Apakah Posisi Brace Bisa Selamatkan Nyawa Penumpang?




Sikap duduk pada posisi brace:  penumpang harus merapatkan kaki dan lutut, serta menapak kuat  di lantai pesawat. Posisi kaki yang rapat dan menapak kuat dapat mencegak tulang kering dan kaki patah karena benturan dengan kursi di depannya. 
Sikap duduk pada posisi brace:  penumpang harus merapatkan kaki dan lutut, serta menapak kuat  di lantai pesawat. Posisi kaki yang rapat dan menapak kuat dapat mencegak tulang kering dan kaki patah karena benturan dengan kursi di depannya. Foto: The Telegraph 

Menjelang pesawat pendaratan darurat di darat atau di permukaan air, penumpang biasanya disarankan untuk duduk merunduk (brace). Dalam posisi brace, kaki dan lutut penumpang dirapatkan dengan telapak kaki menempel pada lantai pesawat. Badan dicondongkan ke depan menempel pada sandaran kursi di depannya atau menempel rapat pada kedua lutut (jika mungkin).

Banyak pendapat menyebut, posisi brace dapat menyelamatkan nyawa penumpang saat pesawat harus mendarat darurat. Pendapat lain menyebut posisi ini tak berguna. Ada yang bilang, posisi ini hanya berguna menyelamatkan gigi yang biasanya digunakan sebagai bagian identifikasi korban. Pendapat lain, posisi brace justru meningkatkan tingkat kematian dan mempercepat proses kematian karena dapat mematahkan leher sehingga memberi proses kematian yang cepat tanpa rasa sakit.

Steve Allright, seorang kapten pelatihan British Airways, bersikeras bahwa posisi brace yang saat ini digunakan oleh maskapai penerbangan terbukti menyelamatkan nyawa penumpang.

“Terbang adalah salah satu bentuk transportasi yang paling aman. Kebutuhan untuk menggunakan posisi brace sangat langka. Namun, ini adalah teknik keselamatan yang diakui secara global,” katanya, seperti dikutip The Telegraph.

Perbaikan besar pada posisi brace pun juga dilakukan secara besar-besaran di Inggris pasca  kecelakaan Kegworth tahun 1989. Perbaikan ini dilakukan dengan mempelajari cidera yang dihasilkan dari penumpang  yang melakukan dan tidak melakukan posisi brace.

Di Australia, demi meyakinkan penumpang bahwa posisi brace itu dapat menyelamatkan nyawa penumpang, Otoritas Penerbangan Sipil Australia mengutip insiden di mana pesawat bermesin ganda yang mengangkut 16 penumpang jatuh. Sebagian besar penumpang tidur saat kecelakaan terjadi. Sementara hanya satu orang yang terbangun. Satu-satunya penumpang selamat itu disebutkan telah menerapkan posisi  brace sebelum pesawat jatuh.

Di Amerika, posisi brace juga telah menyelamatkan seluruh penumpang penerbangan U.S. Airways Flight 1549 yang harus mendarat darurat di Sungai Hudson.

Melihat adanya kontroversi posisi brace itu, serial Mythbusters di Discovery Channel berusaha membuktikannya.  Menggunakan crash test dummies dan sejumlah sensor, serial dapat membuktikan bahwa posisi brace secara signifikan akan meningkatkan peluang penumpang menghindari cedera serius dan kematian saat kecelakaan pesawat terjadi.

Program televisi  Channel 4 yang sengaja mendokumentasikan simulasi menabrakkan pesawat di Gurun Sonora Meksiko menyebut bahwa posisi brace juga telah terbukti menyelamatkan nyawa. Dalam dokumentasi itu diperlihatkan adanya tiga posisi brace. Pertama, posisi brace dengan sabuk keselamatan yang dikencangkan. Kedua posisi duduk hanya dengan mengikatkan sabuk keselamatan. Dan ketiga, tanpa sabuk keselamatan dan tanpa posisi brace. Berdasar simulasi itu, para ahli menyimpulkan bahwa boneka dalam posisi brace dengan sabuk keselamatan dikencangkan berpeluang lebih besar bisa selamat dari kecelakaan. Yang hanya duduk dengan sabuk keselamatan terikat tanpa posisi brace akan mendapat cidera kepala yang parah. Sementara yang tidak menerapkan posisi brace dan tanpa sabuk keselamatan diyakini akan mengalami kematian.

 




Ayo baca ini juga….