Sat. Apr 20th, 2019

Apa Kabar Pondok Cabe?

Assalamualaikum semua …

Ada undangan kumpul bareng tahunan dari Indonesia Flying Club (IFC) di hanggarnya di kawasan Lapangan Terbang (lapter) Pondok Cabe, besok (20/1/2019). Sudah lama tidak mengungkap Pondok Cabe, yang dulu merupakan markas kegiatan pesawat swayasa, di samping olah raga dirgantara (ordirga) lainnya.

Sempat ke hanggar IFC pertengahan tahun 2018. Suasananya sudah sangat beda dengan tahun 1990-an. Aktivitas terbang layang, aeromodelling, juga terbang dengan pesawat hasil rakitan sendiri (swayasa) masih ada, tapi tak seramai dulu dan hanggarnya pun rusak. Makanya IFC berupaya untuk meramaikannya lagi dengan membangun hanggar baru. Namun sampai kapan?

Kegiatan di Lapter Pondok Cabe sudah bukan diramaikan oleh ordirga. Di sana memang ada markas Polisi Udara, juga hanggar Penerbangan Angkatan Laut (Penerbal) dan Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad).

Belum lagi pusat operasi Pelita Air Service dan fasilitas MRO (maintenance repair overhaul) Indopelita Aircraft Services (IAS). IAS yang beberapa hari lalu menjalin kerja sama dengan Garuda Maintenance Facility (GMF) bakal meramaikan lapter di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan ini.

Tahun 2015-2016, Garuda menggadang-gadang akan menghidupkan Lapter Pondok Cabe dengan pesawat ATR 72-600-nya. Sebelumnya, AirAsia Indonesia juga mewacanakan ingin mengelolanya dan dijadikan bandara komersial sebagai feeder di Jakarta.

Namun wacana itu rupanya baru sekadar kata-kata karena Ditjen Perhubungan Udara pun menyebutkan kalau lapter tersebut waktu itu belum terregistrasi. Sempat ditinjau, dikaji, dan dievaluasi pihak-pihak berwewenang, tapi sampai saat ini barangkali statusnya masih sebagai bandara untuk keperluan perawatan pesawat dan militer.

Kembali ke ordirga, sejak tajun 2000-an kegiatan menerbangkan pesawat swayasa memang kian berkurang. Pelaku-pelakunya yang berdedikasi tinggi sudah banyak yang meninggal dunia. Sebut saja kakak-adik Hertriono dan Herrudi, juga Frank Reuneker. Sebut pula perakit andal, Hardoyo dan Djubair OD. Siapa tak kenal mereka di Pondok Cabe?

Sekarang ini era teknologi yang kian canggih. Namun merakit pesawat tetap membutuhkan keahlian dan ketekunan. Masih ada yang merakit pesawat itu, salah satunya Basuki, yang aktif di Lapter Cibubur dengan klubnya Aero Asia Flying Club (AAFC).

Apa itu pesawat swayasa dan bagaimana Pondok Cabe menyimpan kenangan itu? Nanti kita bahas ya, setelah besok datang ke Pondok Cabe.

Baca juga ini ya...