Apa Bentuk Dukungan bagi Pengembangan Produk Penerbangan?




Drone DJI
Drone DJI. Foto: DJI-Halo Robotics.

Assalamualaikum semua …

Dalam ajang “International Seminar on Aerospace Science and Technology (ISAST) VI-2018” di Jakarta pada 25-26 September 2018, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tertarik pada beberapa produk penerbangan yang dipamerkan. “Ada pesawat yang bisa mengukur garis pantai, ada drone multi purpose untuk mendukung pertanian dan kesehatan. Saya minta produk-produk ini dikembangkan,” katanya usai melihat eksibisi mini pada ajang tersebut.

Menhub pun menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara akan terus memberikan dukungan maksimal untuk semua bentuk kreativitas anak bangsa di bidang rekayasa pesawat terbang. Katanya, pemerintah antusias menyambut para peneliti untuk meneliti hal yang terkait dengan penerbangan karena banyak inovasi yang bisa dikembangkan.

Mengembangkan produk-produk penerbangan, bahkan dirgantara yang lebih luas, memang sudah selayaknya dilakukan. Tidak ada kata terlambat, walaupun kenyataannya kita sudah tertinggal atau ketinggalan. Betapa pentingnya dirgantara berbasis teknologi yang inovatif untuk kemajuan bangsa di negara kepulauan yang luas ini.

Selain pesawat terbang, sebut saja drone, yang saat ini teknologinya kian tinggi. Cina sudah mengembangkannya sampai bisa membawa manusia. Namanya EHang 184, keluaran Beijing Yi-Hang Creation Science & Technology Co.,Ltd. Drone seberat 240kg ini berkapasitas muatan 100kg. Mampu bergerak 100km/jam selama 23 menit pada ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Harganya pun selangit, sekitar Rp5,2miliar.

Drone di Indonesia masih sebatas untuk penggunaan fotografi atau video, termasuk pemetaan. Produk drone atau pesawat tanpa awak buatan Lapan-PT Dirgantara Indonesia (PTDI) umumnya digunakan untuk surveillance. Sudah ditawarkan pula drone untuk menyemprot pupuk atau hama bagi pertanian keluaran DJI yang bermitra dengan Halo Robotics, walaupun penggunanya masih segelintir petani besar. Harga drone untuk pertanian ini kisarannya Rp200jutaan.

Sayangnya, sampai saat ini masih belum ada regulasi yang detail mengatur operasional drone. Operasional drone memang berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Ruang udara yang sangat luas tapi tidak tanpa batas ini sudah penuh dengan berbagai elemen yang beterbangan. Semua elemen itu sesungguhnya harus tunduk pada aturan yang diberlakukan demi keselamatan.