Sat. May 25th, 2019

AP I Ajak TWC Dukung Operasional Bandara Internasional Yogyakarta

Proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA) di Kulon Progo. Sumber gambar: AP I.

Untuk mendukung operasional Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA) di Kulon Progo, Angkasa Pura I (AP I) menggandeng Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko (TWC).

Kedua BUMN ini bersinergi sekaligus untuk membuat materi kampanye wisata Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar), karena tiga daerah ini merupakan magnet utama dan destinasi prioritas dengan ikon Candi Borobudur.

“Angkasa Pura I memiliki bandara dan di sisi lain TWC mempunyai konten wisata, sehingga kami melakukan sinergi membangun potensi bersama untuk menarik lebih banyak wisatawan,” kata Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I, Devy Suradji, Ahad (7/4/2019).

Dia menerangkan, konsep kolaborasi ini meliputi pusat informasi pariwisata bersama, joint promotion road trip, dan joint merchandising. Menurutnya, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo memiliki beberapa ‘branding spot’ potensial yang bisa dimanfaatkan oleh TWC untuk mempromosikan potensi wisata.

Sementara itu, Direktur Utama TWC, Edy Setijono menjelaskan bahwa Joglosemar merupakan pintu masuk bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Joglosemar juga merupakan destinasi favorit bagi wisatawan yang mengikuti paket wisata ‘overland’ Jawa-Bali dan wisawatan kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Namun, saat ini masalah aksesibilitas masih menjadi masalah utama untuk mencapai target dua juta wisatawan mancanegara di tahun 2019,” tambah Edy.

Edy mengaku optimistis, beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta akan menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk menjangkau wilayah Joglosemar.

Progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta saat ini telah mencapai 90 persen untuk tahap operasional terminal internasional. Sedangkan secara keseluruhan, progres pembangunan baru mencapai 45 persen.

“Penerbangan internasional ditargetkan dapat beroperasi pada akhir April 2019. Rinciannya dua penerbangan dari dan ke Singapura serta empat penerbangan dari dan ke Kuala Lumpur,” sebut Devy.

Bandara Internasional Yogyakarta ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun ini. Dengan luas terminal 210 ribu meter persegi dan panjang landas pacu 3.250 x 45 meter. Bandara ini nantinya mampu mengakomodir pendaratan pesawat berbadan lebar. Bandara ini memiliki kapasitas 14 juta penumpang per tahun, 9x lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

Baca juga ini ya...