Tue. Jun 18th, 2019

Ada Pesawat Hipersonik Bisa Jangkau New York – London Cuma 90 Menit?

Perusahaan startup kedirgantaraan asal Amerika Serikat, Hermeus Corporation mengungkapkan rencana mereka untuk mengembangkan pesawat hipersonik yang diklaim bisa menjangkau New York - London hanya dalam waktu 90 menit. Sumber gambar: Perusahaan startup kedirgantaraan asal Amerika Serikat, Hermeus Corporation mengungkapkan rencana mereka untuk mengembangkan pesawat hipersonik yang diklaim bisa menjangkau New York - London hanya dalam waktu 90 menit.

Perusahaan startup asal Amerika Serikat (AS) mengungkapkan rencana mereka untuk mengembangkan pesawat hipersonik yang diklaim bisa menjangkau New York – London hanya dalam waktu 90 menit.

Pesawat tersebut juga diklaim akan mampu melesat secepat lima kali kecepatan suara (5 Mach). Dengan kata lain pesawat ini mampu menempuh jarak 7.403 kilometer, dengan kecepatan jelajah 5.310 km per jam.

Menukil CNN Travel (22/5/2019), perusahaan dirgantara Hermeus Corporation, yang berbasis di Atlanta menyebutkan telah memperoleh dana dari sponsor dan investor swasta untuk mengembangkan pesawat tersebut

Jika proyek ini berhasil, maka bisa merevolusi penerbangan transatlantik komersial. Saat ini, durasi perjalanan udara antara London dan New York mencapai lebih dari tujuh jam.

“Kami telah memulai perjalanan untuk merevolusi infrastruktur transportasi global, membawanya dari setara dengan dial-up ke era broadband, dengan secara radikal meningkatkan kecepatan perjalanan jarak jauh,” ungkap AJ Piplica, salah satu pendiri sekaligus CEO Hermeus.

Para pendiri Hermeus di antaranya adalah mantan karyawan SpaceX, startup roket Elon Musk; dan Blue Origin, usaha luar angkasa rahasia Jeff Bezos. Keempat pendiri Hermeus bekerja sama di Generation Orbit, di mana mereka bekerja pada pengembangan pesawat roket hipersonik dan X-Plane terbaru Angkatan Udara AS.

Paul Bruce, dosen senior di Departemen Aeronautika di Imperial College London, memperingatkan proyek ini.

Dia mengatakan, tantangan terbesar untuk penerbangan hipersonik adalah daya dorong.

“Kami telah mengirim kendaraan kecil ke atas dan menerbangkannya secara hipersonik menggunakan scramjet, jenis mesin jet yang canggih. Ini cukup eksperimental dan kami harus menempuh jalan yang jauh sebelum kami melihatnya menggunakan pesawat penumpang.”

Menurut Paul, ada banyak kesulitan lain dengan terbang cepat secara rutin, namun mengatakan mereka memiliki kemampuan teknis untuk melakukan hal itu.

“Masalah yang lebih besar adalah masalah keuangan dan mungkin masalah lingkungan, karena terbang dengan cepat akan membakar banyak sekali bahan bakar, dan akan jauh lebih tidak efisien daripada terbang lambat. Tetapi jika ada pasar untuk itu, saya tidak ragu bahwa kita bisa membangun salah satu dari jenis pesawat ini,” terang Paul.

AJ Piplica mengatakan, sebuah pesawat penumpang akan membutuhkan waktu satu dekade untuk berkembang.

“Kami memiliki banyak penerbangan yang harus dilakukan pada waktu itu, kami akan memiliki setidaknya dua iterasi pesawat yang lebih kecil yang akan kami bangun, uji, dan pelajari dari waktu itu,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan utamanya adalah mengintegrasikan teknologi inti bersama-sama dan mengujinya.

“Sangat sulit untuk menciptakan kembali lingkungan Mach 5 di darat, yang membutuhkan pemikiran ulang tentang bagaimana kami mengembangkan kendaraan yang beroperasi di lingkungan ini,” imbuhnya.

Dia memperkirakan, harga tiket pesawat penumpang hipersonik ini sekitar US$3.000 (setara Rp43,4juta) untuk sekali jalan antara New York dan London.

Hermeus Corporation bukan yang pertama melakukan perjalanan hipersonik. Pada Juni 2018, Boeing meluncurkan rencana untuk pesawat penumpang hipersonik. Lockheed Martin dan Aerion Corporation juga bekerja untuk membuat pesawat hipersonik.

Jika berhasil, pesawat hipersonik Hermeus akan dua kali lebih cepat dari Concorde, pesawat supersonik yang melakukan penerbangan transatlantik terakhir pada Oktober 2003 dan melakukan perjalanan antara New York dan London dalam waktu kurang dari empat jam.

Baca juga ini ya...