400 Siswa SMA Ikut Aviation Goes to School




Lebih dari 400 siswa-siswi SMA se-Jabodetabek mengikuti kegiatan Aviation Goes to School yang diadakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Kegiatan safety promotion ini untuk menggugah kesadaran generasi muda bahwa betapa pentingnya keselamatan penerbangan. Di samping itu, mereka diperkenalkan pada banyak profesi di sektor penerbangan yang bisa menjadi pilihan setelah para siswa-siswi kelas 12 ini lulus SMA.

“Aviation Goes to School ini merupakan bagian dari rangkaian safety campaign Kementerian Perhubungan. Nanti malam juga ada safety commitment untuk semua pihak di sektor penerbangan. Ada regulator, operator, dan stakeholders. Safety campaign itu akan berlangsung sampai 3 Januari 2019,” ujar Nur Isnin Istiartono, Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara setelah membuka Aviation Goes to School di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Nur Isnin mengatakan, Aviation Goes to School dilaksanakan agar generasi muda tertarik dan cinta pada dunia penerbangan. “Transportasi udara menggunakan pesawat terbang, yang merupakan alat transportasi canggih; penuh pemanfaatan teknologi modern. Keunggulannya bisa memindahkan orang dan barang dengan cepat, juga relatif dapat mengatasi kendala geografis. Bandara sebagai terminalnya dan ruang udara sebagai jalur atau jalannya,” paparnya memberi penjelasan.

Para pelajar tersebut diimbau pula untuk menaati peraturan serta mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh para petugas di bandara dan di dalam pesawat ketika menggunakan transportasi udara. “Dengan mentaati peraturan, anak-anakku telah memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya keselamatan dan keamanan penerbangan,” ucap Nur Isnin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala STPI Curug Capt Novyanto Widadi mengatakan, “Safety harus dijaga bersama. Ini bagian dari safety management system, yang memiliki empat pilar, yakni safety policy, safety risk management, safety assurance, dan safety promotion. Aviation Goes to School ini salah satu dari safety promotion.”

Menurut Novy, untuk pengembangan sumber daya manusia, Kementerian Perhubungan memiliki 30 unit pelaksana teknis (UPT). Salah satunya adalah STPI, yang mewakili delapan sekolah transportasi udara di bawah BPSDM. “Sekolah-sekolah transportasi udara itu mendidik pemuda-pemudi untuk memiliki kemampuan vokasi, yang saat ini digalakan pemerintah. Bedanya dengan sekolah biasa, materi pendidikan kami 30% kelas dan 70% praktik. Pendidikan kami lebih pada skill,” tuturnya.

Untuk berpartisipasi dalam memajukan dunia penerbangan lewat Aviation Goes to School, Ditjen Perhubungan Udara menggandeng civitas academica Sekolah Menengah Atas di Jabodetabek. Akademisi dinilai bisa menjadi agen perubahan yang dapat menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya transportasi udara yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang baik.




Ayo baca ini juga….