Wed. Jun 19th, 2019

3 Infrastruktur Baru Bandara Soekarno-Hatta Ditargetkan Beroperasi Saat Mudik

Aerial view of Soekarno-Hatta International Airport, Jakarta (edited horizon). The view taken in 2 January 2010 from Garuda Indonesia airplane during take-off. The architecture reflect Indonesian vernacular architecture of Javanese Joglo roof with Pendopo as gate lounges (waiting hall) surrounded with tropical gardens.

Angkasa Pura II (AP II) menyebutkan sejumlah pembangunan infrastruktur pelengkap Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan selesai pada pertengahan tahun ini dan ditargetkan bisa operasikan saat musim mudik Lebaran mendatang.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengungkapkan, selain taxiway, infrastruktur yang saat ini sedang dibangun di bandara tersebut adalah runway 3 dan east cross taxiway. Untuk paralel runway, saat ini progres pembangunannya telah mencapai 90 persen.

“Posisi kemarin, pada saat Menteri Perhubungan melakukan kunjungan ke lokasi runway 3 sudah 60 persen dan paralel taxiway-nya 90 persen,” kata Awal di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019), seperti dinukil merdeka.com.

Awal pemproyeksikan paralel taxiway pada akhir Mei mendatang sudah bisa dioperasikan.

“Kalau runway seperti arahan Presiden Juni kita kejar,” imbuhnya.

Selain taxiway yang sudah siap sebelum Lebaran, Awal berharap pararel taxiway dan east cross taxiway bisa dioperasikan saat musim mudik tahun ini.

“(Lebaran bisa?) Iya, tapi mungkin kita akan liat kondisinya, karena kita sekaligus mengoperasikan east cross taxiway. Jadi ada tiga infrastruktur besar yang akan dioperasikan di pertengahan tahun. Pertama runway 3, kedua paralel (taxiway) 3, ketiga east croos taxiway,” jelasnya.

Dengan beroperasinya ketiga proyek ini, maka akan menambah kapasitas pergerakan pesawat di Bandara Soetta dari sebelumnya 81 pergerakan per 1 jam menjadi 114-120 pergerakan per 1 jam.

“Sehingga optimalisasi Bandara Soetta, untuk satu hari saja takeofflanding-nya bisa capai 1.100-1.200, dengan infrastruktur itu. Dan operasional 24 jam membantu peningkatan kapasitas dan produktivitas Bandara Soetta,” tutup Awal.

Baca juga ini ya...