14 Jenazah Penumpang Pesawat B737 MAX 8 PK-LQP Teridentifikasi




Lion Air menyerahkan tujuh jenazah penumpang pesawat Lion Air PK-LQP yang telah teridentifikasi ke pihak keluarga di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018). Foto: Lion Air.
Lion Air menyerahkan tujuh jenazah penumpang pesawat Lion Air PK-LQP yang telah teridentifikasi ke pihak keluarga di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018). Foto: Lion Air.

Lion Air malam  ini (Minggu, 4/11) menginformasikan bahwa total sebanyak 14 jenazah penumpang pesawat B737 MAX 8 PK-LQP telah teridentifikasi.

Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri) memberikan konfirmasi hasil identifikasi tujuh jenazah, yaitu Dodi Junaidi (laki-laki), Muhammad Nasir (laki-laki), Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki), Karmin (laki-laki), Harwinoko (laki-laki), Verian Utama (laki-laki), Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki).

Konfirmasi tersebut disampaikan ke pihak Lion Air pukul 17.00 WIB setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI Polri.

Sebelumnya, Sabtu (03/11) kemarin jenazah atas nama Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki) dan Endang Sri Bagus Nita (wanita) telah teridentifikasi.

Sementara itu, Jum’at (02/11) lalu, jenazah atas nama Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki) juga telah berhasil diidentifikasi. Sedangkan jenazah pertama yang berhasil diidentifikasi pada Rabu (31/10) lalu atas nama Jannatun Shintya Dewi (wanita).

Baca Juga: Dua Dokter Gigi Balai Hatpen Bantu Tim DVI Polri Identifikasi Jenazah

“Lion Air malam ini secara resmi menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto (RS Polri). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Director of Airport Service Lion Air Group, Capt. Wisnu Wijayanto,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Minggu malam ini.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Lion Air memberikan uang tunggu kepada keluarga korban sebesar Rp 5 juta dan uang kedukaan Rp 25 juta. Perusahaan juga memberikan uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011 sebesar Rp 1,25miliar ditambah penggantian bagasi menurut peraturan tersebut Rp 4 juta. Namun untuk penggantian bagasi, Lion Air akan memberikan uang senilai Rp 50 juta.

Armada pesawat B737 MAX 8 milik Lion Air bernomor penerbangan JT-610 jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi saat sedang dalam penerbangan dari Cengkareng, Tangerang menuju Pangkalpinang, di Pulau Bangka.

Pesawat itu mengangkut 178 penumpang dewasa (124 laki-laki, 54 perempuan), 1 penumpang anak, 2 bayi dan 7 awak pesawat (2 pilot, 5 pramugari).




Ayo baca ini juga….