Sun. Apr 21st, 2019

12 Tempat Fotogenik di Eropa yang Namanya Jarang Terdengar

Pulau Skye di Hebrides Dalam, Skotlandia. Sumber gambar: Pixabay.

Saat kota-kota besar di Eropa mulai dianggap membosankan dan terlalu mainstream untuk disambangi, tak ada salahnya untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota kecil yang seringkali lebih menarik untuk dikunjungi. Ada yang terpencil, tapit tak sedikit pula yang mudah diakses dari pusat kota besar. 12 di antaranya mungkin bisa dijadikan tujuan impian berikutnya meski nama-nama ini jarang terdengar:

Dinant

Tak banyak yang tahu bahwa kota mungil di Belgia ini punya andil besar dalam sejarah musik. Adolphe Sax. penemu alat musik saksofon lahir di tempat cantik ini. Karena lokasi Dinant yang jauh dari keramaian, kota yang berdampingan dengan bukit-bukit ini cocok bagi siapa pun yang ingin menyepi dan hiking di perbukitan sekitarnya.

Civita di Bagnoregio

View this post on Instagram

Found one of my favorite photos from our trip to Italy. Town of Civita di Bagnoregio. 🇷🇺 Одно из моих любимых фото и воспоминаний из наших путешествий по Италии. 🍝 🍕 🍕 🍕 #italytravel #civitadibagnoregio #europevacation #италия #путешествуйпоевропе #отпусквиталии #italy_vacations #europe_perfection #europe_ig #visititaly #discovernewplaces #uniqueplaces #discovereurope #beautifulitaly #travelgirls #travelcouplegoals #natureslovers #earthpix #discoverglobe #destinationearth #beautifuldestinations #travellife #travelphotography #mostamazinglocations #earthisunique

A post shared by Ev Kurkin /Travel /Photography (@travelingraw) on

Kota abad pertengahan nyaris tak tersentuh kehidupan modern. Berupa komplek kastil di atas bukit, tempat yang juga dijuluki ‘Dying City’ ini hanya dihuni 10 orang. Namun begitu tercatat tiap tahunnya ribuan turis mengunjungi tempat terpencil ini.

Faial

Dalam literatur lokal berarti ‘Pulau Biru’, tempat cantik di Portugal ini merupakan salah satu rangkaian dari Azores, deretan lempeng vulaknik yang membentang di lautan Atlantik. Berpopulasi sekitar 15.000 jiwa, Faial terkenal dengan lanskapnya yang dramatis dan rumah-rumah penduduk yang dicat biru.

Piran

Bagi penyuka fotografi perjalanan, kota di Slovenia ini rasanya tepat untuk disinggahi. Selain fotogenik, Piran juga direkomendasikan karena populer dengan keramahan penduduknya, sejarah dan budaya.

Alberobello

View this post on Instagram

•Puglia mia• Vivo nella regione delle meraviglie, dove basta un' uscita fuori porta a catapultarti in nuove avventure. Dove è sufficiente un cielo azzurro per riportarti in primavera. Vivo in una terra dove i colori sono sollievo ai malumori. ☀️ . . . . . . . . #WeAreinPuglia #inPuglia365 #bari #mytravelgram #bellaitalia #nationalgeographic #natgeocreative #ig_italy #ig_italia #italianplaces #beautifuldestinations #dettaglidibari #amobari #yallerspuglia #visitbari #thisispuglia #apulia #visitpuglia #volgopuglia #igerspuglia #instapuglia #pugliatop #coloridipuglia #igersitalia #apuliatravels #puravalleditria #velleditaria #alberobello #ig_italia

A post shared by ᵀᴿᴬᵛᴱᴸ ᴮᴸᴼᴳ✨di Valeria Mundo🎈 (@sogni_in_valigia) on

Situs Warisan Dunia UNESCO di Italia ini populer dengan bentuk kerucut pada atap rumah-rumah penduduknya yang disebut ‘trulli‘. Atap unik ini terbuat dari batu gamping yang berasal dari dataran tinggi Apulia.

Ohrid

Meski namanya tak begitu mendunia, namun Ohrid cukup tenar di kalangan pejalan di Eropa. Danau di Macedonia ini populer dengan suasananya yang nyaman dan bangunan gereja Abad Pertengahannya yang berlokasi di sisi danau. Bila suka dengan kesunyian, Ohrid wajib masuk bucket-list destinasi impian.

Kotor

Kota tua yang tenang di sisi danau ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Selain pemandangan yang menenangkan, Kotor di Montenegro ini juga memiliki kuliner yang lezat dan warga yang sangat ramah, Atraksi populer di sini adalah Benteng San Giovanni di ketinggian dengan pemandangan kota yang menawan.

Ronda

View this post on Instagram

This bridge is one of the most extraordinary things I’ve ever seen. The first time I saw it in real life, my jaw literally fell open and I may have muttered a small profanity in my state of awe. I had one day in Ronda, Spain, and I spent it hiking around the beautiful area for 6+ hours, snapping photos around each corner. This was one of the highs of my trip, which was soon followed by a sore throat and an achy body for the next two days. I made it to Granada (the city everyone has been raving to me about since I got to Spain), and I’ve only seen the market and the inside of my Airbnb 😅. Tonight is better, and I have high hopes of feeling 100% tomorrow. All I can say is, there will always be ups and downs when traveling, and when you’re down, thank goodness for Netflix 🤪 • Wearing @aloyoga

A post shared by Kevin Hofer (@kevindhofer) on

Kota tua di Spanyol ini memiliki ikon berupa jembatan Puente Nuevo yang terkenal. Membentang di antara tebing curam, jembatan ikonik ini sebetulnya punya kisah muram karena dulunya merupakan tempat melempar para wanita yang dianggap sebagai penyihir. Kota bersejarah ini sekarang juga dinyatakan sebagai Property of Cultural Interest karena juga merupakan kota yang dihuni oleh keturunan Romawi, Celt dan Arab.

Kizhi

Kota mungil di Rusia ini namanya nyaris tak pernah didengar turis. Namun berkat Gereja Transfiguration yang bentuknya mirip dengan istana dalam kisah-kisah dongeng, Kizhi kini merupakan salah satu destinasi yang menjadi langganan turis. Gereja Transfiguration sendiri memiliki 30 kubah dan merupakan salah satu gereja kebanggaan Rusia.

Meteora

Yunani memang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjungnya, terutama bila mendatangi Meteora yang dalam literatur Inggris diartikan sebagai ‘Middle of the Sky’. Komplek reruntuhan Yunani kuno terbesar yang sekaligus Situs Warisan Dunia UNESCO ini juga merupakan bagian penting dari situs biara Eastern Orthodox di Yunani.

Kylemore Abbey

Situs Biara Benedectine yang dibangun pada 1920 ini berlokasi di Connemara, Irlandia. Turis yang datang ke sini biasanya ingin merasakan sensasi bangunan yang bersuasana mistis, jalan-jalan di sisi danau yang asri dan menikmati kemegahan Walled Garden.

Burano

Desa di Italia ini terkenal karena rumah-rumah warganya yang dicat warna-warni tanpa merusak keaslian nilai-nilai historis bangunannya. Meski merupakan kawasan desa tua, Burano sepertinya ramah Instagram hampir di semua sudutnya. Mungkin Burano juga yang menginspirasi desa warna-warni di Indonesia. Atau sekadar ikut-ikutan?

Sumber: Traveletc.id

Baca juga ini ya...