104 Pilot Baru NAM Flying School Diwisuda




Young warrior pilot dari empat angkatan NAM Flying School diwisuda serentak di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang,itu pagi tadi (7/11)
Young warrior pilot dari empat angkatan NAM Flying School diwisuda serentak di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang,itu pagi tadi (7/11)

Young warrior pilot dari empat batch atau angkatan NAM Flying School diwisuda serentak di hanggar sekolah pilot yang berlokasi di kawasan Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang,itu pagi tadi (7/11/2018). Lulus 104 pilot baru dari Batch XI (27 siswa, tiga siswi), Batch XII (29 siswa, satu siswi), Batch XIIA (10 siswa pindahan), dan Batch XIV (31 siswa, tiga siswi).

Young warrior pilot itu ada yang lulus bulan April 2017, Batch XI, sampai yang Oktober 2018, Batch XIV. Namun yang hadir 77 pilot karena sisanya ada yang sedang melanjutkan pendidikan, mengikuti seleksi, dan berhalangan, bahkan ada yang sudah bekerja,” kata Soenaryo Yosopratomo, Kepala Sekolah NAM Flying School, yang menjadi inspektur upacara kelulusan pada Wing Day tersebut.

NAM Flying School yang berdiri pada 14 Mei 2010 dengan PSC (Pilot School Certificate) 141 nomor 009 merupakan sekolah pilot yang didirikan Sriwijaya Air Group. Sampai saat ini, NAM sudah meluluskan 345 young warrior pilot, 15 pilot di antaranya merupakan putra daerah Bangka Belitung (Babel).

“Sebagian besar sudah bekerja sesuai dengan profesi mereka dan 15 di antaranya sudah menjadi captain di maskapai penerbangan reguler, carter, juga flying school. Bahkan ada satu pilot wanita yang diterima di TNI AL dan sekarang sedang memasuki kawah candradimuka,” tutur Soenaryo.

NAM memang masih eksis sebagai sekolah pilot swasta, walaupun sekolah pilot lain banyak yang sudah tutup. Batch XV pun sudah memasuki masa pendidikan dan latihan. “Ada 23 young warrior pilot baru, satu di antaranya siswi. Insyaa Allah pada Agutus 2019 mereka bisa lulus,” ucap Soenaryo.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan memberikan sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, KA Tajuddin. Dikatakan bahwa berkembangnya industri penerbangan membutuhkan sumber daya manusia generasi muda di bidang transportasi udara.

“Bukan hanya pilot, tapi generasi muda untuk semua bagian yang terkait dengan penerbangan,” kata Tajuddin. Maka Gubernur pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada NAM Flying School yang sudah mendidik generasi muda di bidang penerbangan.

Soenaryo mengatakan, bukan cuma pendidikan untuk keterampilan terbang yang diberikan pada young warrior pilot. Namun ada pembinaan kedisiplinan serta tempaan fisik dan mental yang dilatih dan dibina oleh instruktur dari TNI AL. Disebut young warrior pilot karena pesawat latih di NAM adalah Piper Warrior III dan ada satu multi engine Piper PA-31-350 Navajo Chieftain.

“Di NAM Flying School, young warrior pilot dilatih kegiatan ekstra, seperti berenang, menyelam, dan sea survival, juga ditching exercise. Ini sebagai bekal pilot yang nantinya akan bekerja di negara kepulauan, lebih khusus lagi karena latihan ini dilakukan di Kepulauan Babel,” tutur Soenaryo.

Sebelumnya, Soenaryo mengucapkan bela sungkawa atas terjadinya kecelakaan JT610 (29/10/2018). “Kita harus menjadikannya pelajaran untuk lebih meningkatkan profesionalisme, safety, dan kompetensi. Bagi young warrior pilot, kejadian itu jangan dijadikan rasa takut dan enggan untuk menjadi pilot, tapi jadikan cambuk untuk terus meningkatkan profesionalisme kita,” tegas Soenaryo.




Ayo baca ini juga….