Wisata Aviasi Keselamatan dan Keamanan Penerbangan



Wisata aviasi mahasiswa dari Solo, Jawa Tengah. Foto: Reni Rohmawati.

Sebelas mahasiswa dan seorang dosen dari beberapa perguruan tinggi di Solo beruntung mendapat kesempatan berkunjung ke berbagai fasilitas penerbangan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng. Mereka adalah pemenang doorprize pada kegiatan Aviation Goes to Campus yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Udara pada 22 Mei 2017 di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS).

“Kalau sebelumnya kegiatannya aviation goes to campus, yang ini wisata penerbangan atau wisata aviasi. Anda semua beruntung bisa melihat berbagai fasilitas penerbangan. Bisa naik ke tower juga, yang belum tentu semua orang bisa,” ujar Nowo M Soehadi P, pelaksana teknis Kepala Otorita Bandara Wilayah I Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Rabu (9/8/2017).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa itu memang diizinkan untuk melihat aktivitas petugas ATC (Air Traffic Control) Soekarno-Hatta. Di samping itu, mereka juga berkunjung ke Terminal 3 serta ke pusat perawatan pesawat udara GMF AeroAsia dan Garuda Indonesia Training Center (GITC). Kunjungan selama tiga hari (9-11 Agustus 2017) itu intinya adalah untuk memahami makna dari keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Barusan saya selesai menghadiri rapat audit keamanan bandara-bandara di Indonesia. Ini hal menarik. Anak-anak muda juga harus mengetahui bahwa keselamatan dan keamanan itu tak bisa ditawar,” tutur Nowo, seraya menambahkan bahwa dalam menggunakan transportasi udara itu, kita harus tertib. “Masuk bandara harus diperiksa. Kalau tidak, pasti nanti ada masalah.”

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara, Agoes Soebagio mengajak mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat tentang keselamatan dan keamanan penebangan. “Mari bersama Perhubungan Udara melakukan edukasi melalui apa yang nanti ditemukan dalam kunjungan ke berbagai fasilitas penerbangan itu. Katakan sejujurnya, apakah penerbangan kita sudah bagus atau belum,” ucapnya.

Hal senada juga diucapkan Yohanes Sirait, Humas AirNav Indonesia. “Tularkan optimisme bahwa penerbangan kita sudah melakukan banyak kemajuan,” ujarnya.

Salah seorang mahasiswa UNS dari Fakultas Hukum, Azizul Hakim sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Ketertarikan saya pada dunia penerbangan masih sedikit,” katanya. Namun ia ingin lebih tahu lagi setelah mendapat kesempatan berwisata aviasi ini. Bahkan ia mengatakan ingin memperdalam lagi bidang hukum keudaraan.

Ditjen Perhubungan Udara berharap bahwa para mahasiswa yang menjadi duta aviasi itu dapat mengekspresikan hasil kunjungan dan pengetahuan yang diperolehnya lewat media sosial. “Bisa sampaikan kepada teman-teman, keluarga, kerabat, bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan itu sangat penting,” kata Agoes, yang tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air Group, dan Sriwijaya Air, yang memberikan tiket penerbangan Solo-Jakarta pp. Begitu juga kepada AirNav Indonesia, GMF, PT Angkasa Pura I, dan PT Angkasa Pura II, yang berkenan menerima kunjungan mahasiswa Solo tersebut.

“Mahasiswa bisa menulis hasil kunjungan ini juga. Tulisan terbaik bakal dapat bonus,” kata Yohanes.

Be the first to comment

Leave a Reply