WindSock. Pemerkira Visual Arah dan Kecepatan Angin



Wind sock di ujung runway. Foto: Pixabay.

Bandar udara wajib dilengkapi dengan alat pemerkira arah dan kecepatan angin atau windsock. Alat yang memiliki warna menyolok ini wajib ditempatkan di area terbuka yang dapat terlihat langsung oleh pilot pesawat.

Angin merupakan aliran udara yang timbul akibat perputaran bumi terhadap porosnya dan perbedaan tekanan udara pada dua tempat yang berbeda. Di permukaan bumi, angin biasanya bergerak secara horisontal. Sebagai akibat perputaran bumi pada porosnya, angin di belakan bumi selatan akan berputar searah jarum jam. Dan di bumi bagian utara, bergerak berputar berlawanan arah jarum jam. Pengaruh perputaran bumi terhadap angin disebut dengan pengaruh carioles (carioles effect).

Angin sendiri memiliki arah dan kecepatan. Secara kasat mata, angin tak terlihat. Manusia baru bisa memperkirakan arah dan kecepatan angin jika angin mengenai atau menerpa benda di muka bumi. Misal, dengan melihat arah kibar bendera, kita bisa melihat arah anginnya. Jika bendera berkibar ke arah kiri, maka bisa dipastikan angin bertiup dari kanan ke kiri. Begitu juga sebaliknya.

Dalam dunia penerbangan, mengetahui arah angin sangatlah penting. Pesawat terbang sangat rentan terhadap pergerakan angin. Dalam kondisi tertentu, dimana kecepatan dan arah angin dianggap telah melebihi batas maksimal keselamatan penerbangan, sebuah pesawat terbang pun dilarang terbang atau mendarat di sebuah bandar udara.

Angin di dekat permukaan bumi memiliki kecepatan lebih rendah dibandingkan angin pada lapisan udara yang lebih tinggi. Namun sekali lagi, tanpa adanya alat bantu, manusia tidak bisa melihat dan memperkirakan arah dan kecepatan angin. Sementara pada sebuah penerbangan, arah dan kecepatan angin itu sangat berpengaruh terhadap keselamatan. Karenanya, setiap bandar udara wajib dilengkapi dengan windsock.

Pada sebuah lapangan terbang windsock biasanya ditempatkan di dekat ujung landasan. Mengapa? Agar petugas pengatur lalu lintas udara dan/atau awak pesawat bisa memperkirakan arah angin di landasan. Pada bandar udara yang belum dilengkapi peralatan modern, mengamati windsock secara visual, sangat membantu. Berbekal hasil pengamatan windsock, petugas pengatur lalu lintas udara bisa memberikan arahan kepada awak pesawat tentang sisi landasan mana yang aman untuk tinggal landas dan mendarat. Berbekal hasil pengamatan windsock pula awak pesawat bisa memperkirakan teknis pendaratan yang harus dilakukannya.

Windsock terbuat dari bahan ringan, dan memiliki lubang terbuka pada kedua ujungnya. Lubang berdiameter lebih besar terdapat pada ujung dekat tiang penyangganya, sementara lubang yang lebih kecil pada ujung lainnya.

FAA (Federal Aviation Administration) menetapkan dua ukuran tinggi windsock, yakni yang memiliki tinggi maksimal 3 meter dan yang memiliki tinggi maksimum 4,8 meter. Sementara itu ICAO (International Civil Aviation Organisation) mensyaratkan tinggi windsock 6 meter.

Untuk ukuran windsock sendiri, FAA menetapkan dua ukuran. Ukuran pertama adalah ukuran panjang 2,5 meter dengan lubang terbesar sebagai jalan masuk angin adalah 0,45 meter. Ukuran kedua adalah panjang 3,6 meter, dan diameter lubang terbesar adalah 0,9 meter. Sementara itu ICAO mensyaratkan ukuran panjang 3,6 meter dan lebar lubang terbesar adalah 0,9 meter. Windsock juga harus didesain bisa berkibar seluruhnya jika kecepatan angin mencapai 15 knot atau 28 km/jam, warnanya harus cerah, dan bisa dilengkapi dengan sumber cahaya di bagian dalam atau di bagian luarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply