Whitesky Kembangkan Transportasi Helikopter di Bintan



Foto: Reni Rohmawati

Untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas destinasi pariwisata di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Whitesky Aviation bersama dengan PT Bintan Aviation Investments (BAI) menjalin kemitraan strategis. Kedua perusahaan aviasi itu sepakat dalam menyediakan jasa angkutan helikopter untuk transportasi antardestinasi pariwisata (Helicity) di Kepulauan Riau dan tur dengan helikopter (Heli Adventure Tour), juga transportasi medis atau medivac (Helimedic).

“Kita akan mengembangkan area operasi helikopter di wilayah Bintan. Bukan cuma itu, ke depan kita kembangkan pula untuk penerbangan ke Singapura dan Johor. Dengan demikian, kita akan kenalkan bahwa wahana helikopter kita makin baik,” ucap Denon Prawiraatmadja, Presiden Direktur PT Whitesky Aviation di Helicity Lounge Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (7/8/2017).

Bintan, kata Denon, merupakan wilayah yang memberikan kontribusi positif, terutama dalam sektor aviasi. Di samping itu, ia pun berterima kasih pada Kementerian Perhubungan yang memberi dukungan dalam memperluas operasi penerbangan helikopter di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Managing Director PT BAI Michael Wudy mengatakan, pihaknya sudah membangun berbagai fasilitas di Bintan, seperti Bandara Bintan dan Aerospace Industry Park, juga pusat pembangkit listrik, fasilitas air minun, jalan raya, serta berbagai fasilitas lain.

“Kami juga mengadakan event yang rekreatif untuk membantu pertumbuhan kunjungan wisatawan. Ada sekitar 700.000 wisatawan yang berkunjung ke Bintan tahun 2016 dan ditargetkan mencapai dua juta wisatawan pada tahun 2020,” tutur Wudy.

BAI dan Whitesky memang berencana untuk berperan mendukung program pemerintah mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dari target Kementerian Pariwisata mendatangkan 20 juta wisatawan tahun 2019, Bintan dan Batam diharapkan mampu menarik empat juta wisatawan asing atau 20 persennya.

Untuk itu, Whitesky dan BAI akan memanfaatkan potensi Pulau Bintan serta bertukar data dan informasi. “Kami optimis kalau kerja sama ini akan meningkatan keunggulan destinasi pariwisata di Bintan, khususnya di Bintan Resort,” ujar Wudy.

Armada helikopter WhiteSky.

Saat ini, BAI tengah mengembangkan 1.500 hektar lahan di Lagoi Bay dan empat tahun ke depan akan menambah 5.000 kamar di Bintan Resort, yang sekarang ini memiliki 1.700 kamar. “Kami optimis target itu bakal tercapai, sehingga akan lebih banyak lagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Bintan,” ungkap Wudy.

Wudy berharap, Bintan menjadi basis penerbangan, baik penerbangan reguler komersial maupun helikopter, untuk provinsi Kepulauan Riau. “Pulau-pulau kecil di wilayah ini lebih mudah dijangkau dengan helikopter dari Bintan,” ucapnya.

Denon mengatakan, pengoperasian helikopter di Bintan, selain untuk pariwisata, juga operasi dari dan ke helicopter base di Bintan. “Kami juga berencana membangun FBO (fixed base operator) dan MRO (maintenance repair overhaul) helikopter di Bintan Aerospace Industry Park serta sekolah penerbangan helikopter,” katanya.

Bandara Bintan, kata Wudy, memang masih dalam tahap pembangunan. “Sekarang proses administrasi dari bandara khusus menjadi bandara umum, juga sedang mempersiapkan land clearing. Targetnya, pada tahun 2019 bisa operasi,” kata Wudy.

Nantinya, Bandara Bintan bersama dengan Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang melayani penerbangan umum internasional dan domestik. Sebelum itu, kata Wudy, pihaknya akan mengutilisasi basis-basis helikopter yang ada agar dapat dioperasikan.

Denon menuturkan, dalam mengoperasikan helikopter untuk Helitour, Helicity, dan Helimedic, pihaknya akan memanfaatkan fasilitas di Bintan Resort, Bandara Bintan, Aerospace Industry Park, dan Southlinks Country Club Batam. Whitesky memang secara progresif terus mengembangkan bisnis ritel Helicity di Jakarta, Bandung, Sukabumi, dan Banten, yang akan jadi model untuk Helicity di Bintan, bahkan akan merambah Medan dan sekitarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply