Walraven 2, Penghubung Bandung-Amsterdam



Kelahiran pesawat Walraven 2 berawal dari pesanan seorang pengusaha yang terkenal saat itu, yaitu Khow Khe Hien yang menginginkan sebuah pesawat udara dalam mendukung kegiatan bisnisnya di era 1930an. Pada saat itu, Khouw memesan pesawat udara keinginannya kepada Laurents Walraven, yang merupakan bangian desan teknik Militaire Luchtvaart pada KNIL, pada bulan Maret 1934. Sesuai dengan persyaratan Khouw, maka Walraven merancang pesawat dengan konsep kabin monoplane, dengan sayap rendah yang aerodinamis, ramping dan ditenagai oleh dua mesin yang masin-masing mesin berkekuatan 90 tenaga kuda. Sementara itu, pesawat ini merupakan hasil rancangan seorang craftmanship yaitu Achmad bin Talim beserta rekan-rekannya.

Pada 4 Januari 1935, Letnan Terluin melakukan ujicoba penerbangan perdana pesawat Walraven 2 yang merupakan pesanan Khouw. Hasil dari evaluasi ujicoba ini menunjukkan kinerja pesawat yang baik tanpa adanya kesulitan berarti. Dua minggu kemudian, pada 28 Januari 1935, pesawat ini diberi kode registrasi penerbangan PK-KKH, yang diambil dari singkatan nama pemesannya, yaitu Khouw Khe Hien.

Pada saat itu, Walraven W-2 ini tergolong pesawat paling modern. Oleh Khouw, pesawat ini diterbangkan menuju daratan Eropa, yang jaraknya lebih jauh dari daratan Tiongkok (China). Pada 2 September 1935, Walraven W-2 lepas landas dari Bandara Andir Bandung, dengan dipiloti oleh Khouw sendiri dan Letnan Terluin.

Penerbangan dari Bandung menuju Amsterdam, Belanda menghabiskan waktu selama 20 hari. Pada hari ke 20, Walraven W-2 mendarat mulus di Bandara Schiphol. Direktur Maskapai Penerbangan Belanda (KLM) Plesman dan Laurents Walraven, yang sudah terbang lebih dulu, ikut menyambut. Plesman sangat tertarik untuk mengoperasikan Walraven-2 ke dalam armada KLM. Dia meminta Walraven memproduksinya dalam jumlah banyak – dengan penambahan kapasitas angkut dan beberapa modifikasi– untuk dijadikan taksi udara. Namun, rencana produksi massal yang rencananya akan dibuat perusahaan patungan antara Khouw dan Walraven tak pernah terlaksana akibat kematian Khouw dalam kecelakaan pesawat pada 1938. Empat tahun setelah kematian Khouw, pada 19 Februari 1942, pesawat Walraven W-2 ini hancur akibat serangan udara Jepang.

Karakteristik umum dari Walraven 2 yaitu memiliki panjang 7,8 meter; bentang sayap 11 meter; tinggi 2,15 meter; luas sayap sebesar 17,7 meter persegi; berat kosong 626 kilogram; gross weight  1.100 kg dan ditenagai oleh 2 mesin Pobjoy Niagara III  seven-cylinder radial piston engine 7-cyl. air-cooled radial piston engine, dengan tenaga 66 kW (88 hp). Walraven 2 memiliki kemampuan jarak jangkau 1.800 kilometer, kecepatan maksimum 250 km/jam, kecepatan jelajah 200 km/h dan ketinggian jelajah 6.000 meter.

Foto: Istimewa

Be the first to comment

Leave a Reply