Virgin Air dan Tiger Air Dapat Izin Penerbangan Tambahan dan Charter dari Dirjen Hubud



Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui surat no. AU.008/1/19/DJPU.DAU.2017 memberikan izin penerbangan tambahan bagi maskapai Virgin Australia dan izin penerbangan charter sementara pada maskapai Tiger Airways Australia.

Kepala Bagian Kerja sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara, Agoes Soebagio menyebut, Surat izin penerbangan sementara yang ditandatangani Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, Maryati Karma ini untuk mengangkut penumpang carter Tiger Airways Australia yang dihentikan penerbangannya pada tanggal 10 Januari lalu.

“Izin ini murni untuk memberikan pelayanan kepada penumpang dari Denpasar – Bali untuk kembali menuju Australia. Izin hanya berlaku satu arah penerbangan, yaitu dari Bali menuju Australia saja dan tidak berlaku kebalikannya,” ujarnya.

Dalam surat dari Tiger Airways Australia Manager Indonesia, Farshal Hambali pada tanggal 11 Januari 2017 kepada Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, terdapat 2.070 penumpang yang belum mendapat alternatif untuk diangkut balik ke Australia.

Maskapai Virgin Australia, diberikan ijin  penerbangan tambahan (extra flight) pada tanggal 12 Januari 2017 untuk penerbangan Denpasar – Brisbane dan Denpasar -Sydney, untuk mengangkut balik para penumpang tersebut.

Namun karena kondisi peak season dan adanya   keterbatasan pesawat udara Virgin Australia, maka untuk pengangkutan penumpang yang belum terangkut, selanjutnya Tiger  Airways Australia diberikan ijin penerbangan charter.

Jadwalnya, tanggal 13 Januari  untuk penerbangan TT02 (Denpasar – Melbourne), TT24 (Denpasar – Perth) dan TT06 (Denpasar -Melbourne). Tanggal 14 Januari untuk penerbangan TT10 (Denpasar – Adelaide), TT24 (Denpasar – Perth) dan TT06 (Denpasar -Melbourne).

Tanggal 15 Januari untuk penerbangan TT10 (Denpasar – Adelaide), TT24 (Denpasar – Perth) dan TT06 (Denpasar -Melbourne). Tanggal 16 Januari untuk penerbangan TT10 (Denpasar – Adelaide), TT24 (Denpasar – Perth) dan TT06 (Denpasar-Melbourne).

Foto: Wikiwand