Vietjet, Maskapai “Bikini” Asal Vietnam



Vietjet atau yang lebih dikenal sebagai Vietjet Aviation merupakan maskapai berbiaya rendah (LCC, low cost carrier) dari Vietnam. Didirikan pada 25 Desember 2011, ia pun menjadi maskapai private owned berusia muda pertama yang didirikan di Vietnam. Maskapai ini  memperoleh persetujuan awal untuk beroperasi dari Menteri Keuangan Vietnam pada tahun 2007.

Vietjet memiliki visi yaitu, menjadi grup penerbangan multi-nasional dengan jaringan rute yang mencakup seluruh wilayah dan dunia, menyediakan dan mengembangkan tidak hanya layanan penerbangan tetapi juga konsumsi pada platform e-commerce dan menjadi merk favorit dan terpercaya. Sedangkan misi dari Vietjet yaitu mengoperasikan dan mengembangkan jaringan rute domestik, regional dan internasional; membawa terobosan dalam layanan penerbangan; untuk membuat layanan penerbangan untuk menjadi sarana transportasi yang populer di Vietnam dan di dunia; dan membawa sukacita, kepuasan pelanggan dengan memberikan kemewahan dan layanan yang melebihi ekspektasi dengan senyum yang ramah.

Penerbangan perdana Vietjet dimulai pada 25 Desember 2011, dengan rute penerbangan dari Ho Chi Minh City menuju Hanoi. Pada 9 Februari 2013, maskapai ini meluncurkan penerbangan internasional pertamanya dari Ho Chi Minh City menuju Bangkok, menjadikan Vietjet sebagai maskapai private owned  pertama yang memasuki pasar internasional.

Vietjet juga merupakan anggota resmi dari IATA dengan sertifikasi IOSA (IATA Operational Safety Audit). Hingga saat ini, Vietjet mengoperasikan jaringan rute yang meliputi destinasi nasional dan lebih dari 30 tujuan regional di Thailand, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, China, Jepang, Hongkong dan Myanmar. Maskapai ini mengoperasikan armada Airbus A320 dan A321 dengan usia rata-rata sebesar 3,3 tahun.

Pada 23 Mei 2016 dalam kunjungan Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama ke Vietnam, maskapai ini memesan sebanyak 100 unit Boeing 737 MAX 200 yang akan dikirim mulai tahun 2019. Kemudian, pada 6 September 2016, CEO  Nguyen Thi Puong Thao mengumumkan pesanan sebanyak 20 unit Airbus A321, di mana penandatanganan pembelian ini dilaksanakan dalam kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande ke Vietnam.

Satu hal yang menarik dari Vietjet adalah seragam pramugarinya yang tidak lazim, di mana para pramugari Vietjet hanya mengenakan bikini. Ide dari sang CEO, Nguyen Thi Puong Thao ini dengan merias pramugarinya dengan pakaian seksi adalah untuk memberi hasil yang besar. Berkat ide ini, perusahaan mampu meraih lebih dari 30 persen dari pangsa pasar Vietnam hanya dalam beberapa tahun. Kehebatan kampanye perusahaan, yang menawarkan jargon “Enjoy Flying!” ini lebih lanjut disorot oleh perangkat pasar yang sangat efektif yaitu steamy calendars yang menampilkan pramugari seksi.

“Anda memiliki hak untuk memakai apapun yang Anda suka, baik bikini maupun pakaian tradisional ao dai (pakaian tradisional Vietnam,” ujar Thao seperti yang dilansir oleh Nextshark.com. “Kami tidak keberatan orang mengaitkan maskapai dengan gambar bikini. Jika itu membuat orang senang maka kami senang,” tambah Thao.

Foto: Vietjet

Be the first to comment

Leave a Reply