Utilitas Tinggi, Batik Air Tak Bisa Ajukan Extra Flight



Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie menyebut, Batik Air tak dapat mengajukan penerbangan ekstra (extra flight) pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2017, karena utilitasnya yang terlampau tinggi.

Rata-rata utilitas pesawat Batik Air, kata Luthfie, telah mencapai 12 jam per hari, lebih tinggi dari kondisi normal sebesar 10 jam per hari.

“Hal ini dikarenakan kami banyak buka rute ke Indonesia timur. Ke sana kan butuh waktu sektiar lima jam. Tengah malam berangkat, siang sudah balik di Jakarta. Setelah itu dipakai lagi ke tempat lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, jelang liburan Natal dan Tahun Baru kompetitor mereka seperti Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group telah mengajukan penerbangan ekstra, yakni Garuda Indonesia sebanyak 13.054 kursi, dan Sriwijaya Air sekitar 190.790 kursi.

“Pada peak season ini, armada Batik Air sudah terpakai full, dari pagi sampai malam. Dari total armada 37 pesawat, sebanyak satu pesawat akan di-maintenance, dan satu pesawat lagi stand by,” tutur Achmad.

Batik Air mengangkut 3,45 juta penumpang sepanjang semester I/2016 atau sekitar 17% dari total penumpang yang diangkut maskapai Lion Air Group di Indonesia sebanyak 20,5 juta orang.

Hingga akhir tahun ini, Batik Air menargetkan jumlah penumpang mencapai tujuh juta orang, naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu seiring bertambahnya jumlah rute penerbangan maskapai dan frekuensi terbang.

Foto: Joe Roland S Bokau / Indo-Aviation.com