United Airlines Tuai Protes Usai Tolak Terbangkan Dua Remaja Putri Memakai Legging



Lantaran menolak menerbangkan dua gadis remaja perempuan yang menggunakan legging atau celana ketat, maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, menuai protes di media sosial  CBS News melansir, insiden ini terjadi dalam penerbangan dari Denver menuju Minneapolis pada Ahad pagi waktu setempat.

Pendiri kelompok advokasi perempuan anti-senjata api Moms Demand Action, Shannon Watts, dalam kicauannya di Twitter menyebut, petugas boarding United memaksa lima remaja putri, salah satunya berusia 10 tahun, untuk mengganti pakaian mereka karena menggunakan celana ketat.

Watts yang turut dalam penerbangan itu melaporkan bahwa tiga remaja putri akhirnya diperbolehkan naik karena kemudian mengenakan gaun di atas celana ketat mereka. Namun, dua remaja lagi diperintahkan mengikuti penerbangan berikutnya.

Kicauan Watts di Twitter tersebut lantas dibagikan oleh ribuan orang dan memicu aksi protes terhadap maskapai United di sosial media. Menanggapi aksi protes itu, maskapai United membela tindakan petugasnya.

Juru bicara United, Jonathan Guerin, mengatakan kebijakan itu diambil karena kelima remaja putri terbang dengan tiket keluarga pegawai yang mensyaratkan aturan pakaian. “Dalam aturan kami, pegawai dan keluarganya dilarang bepergian dengan celana spandex atau lycra,” ujar Guerin.

Aturan itu, lanjut Guerin, tidak berlaku bagi penumpang umum.

Foto: Chicago Tribune

Be the first to comment

Leave a Reply